Zona Waktu di Indonesia Akan Disatukan

Zona Waktu di Indonesia Akan Disatukan

Sebuah jam yang rusak saat gempa dan tsunami 11 Maret 2011 silam tergantung di taman kanak-kanak yang hancur di Ishinomaki, prefektur Miyagi, Jepang utara, Rabu (22/2). REUTERS/Yuriko Nakao

TEMPO.CO, BANDUNG - Pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu Indonesia yang terdiri atas Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) melalui program GMT+8 sehingga daya saing ekonomi meningkat dan tercipta efisiensi birokrasi.

"WIB, WITA, dan WIT akan disatukan. Rencananya WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan patokan waktu," kata Juru Bicara Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim di Bogor, Sabtu 10 Maret 2012.

Menurut Edib, penyatuan waktu tersebut untuk meningkatkan produktivitas nasional yang semula hanya terdapat 190 juta penduduk dalam zona WIB, bisa menjadi 240 juta jika waktunya disamakan.

"Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona WIB dan WIT" ujarnya. " Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 17.00 WIB, berarti waktu yang efektif untuk aktivitas perdagangan antara dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma empat jam,"

Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke.

"Selain itu, penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang ekonomi, sosial politik, bahkan ekologi," katanya.

Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi yang lebih banyak dengan masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia barat.

"Kami memilih GMT+8 karena berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Kami masih akan membahas hal ini lebih lanjut," katanya.

Program GMT+8 yang sedang digalakkan oleh tim KP3EI tersebut, katanya, bertujuan menyatukan tiga zona waktu Indonesia menjadi satu waktu.


 



WDA | ANT

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
hahahhaha, bukan berarti kalau zona waktu disatukan itu berarti matahari terbit dan tenggelam sama di seluruh Indonesia
0
0
Ide bagus ini, Mungkin kesulitannya cuma penyesuaian sama jam biologis masyarakat aja. Masalah beban puncak listrik kayaknya ngak bakal jadi masalah karena jaringan listrik kan ngak terkoneksi se-Indonesia tapi terdesentralisasi di tiap region pada zona waktu yang sama seperti jawa-bali, atau sumatra tinggal membiasakan masyarakat aja
0
3
Menurut saya, justru Pulau Jawa saja yg perlu dimigrasikan ke WITA, karena sangat jauh perbedaan WIB di ujung sumatera dengann WIB di Pulau Jawa. Pukul 6.30 sore di Aceh masih terang. Sementara pukul 06.30 pagi di aceh masih gelap.
0
0
Setuju kasian yg masih pelajar ato guru di Sabang. tidur pas masih gelap2, bangun pun pas masih gelap2.. yang jelas butuh waktu buat jam biologis tubuh beradaptasi :D
3
1
Itu teori atau fakta yang didukung data atau hanya asal ngomong ? Kami sudah muak dengan para ahli yang cuma pintar ngomong, pengamat yang hanya bisa mengamati perbuatan orang tapi minta bayaran. Teori mutlak diperlukan, namun buktikan dulu bahwa teorinya benar dan dapat dipraktekkan. Pengamat ? Kami tidak butuh mereka yang sukanya \"ndobos\", sungguh mati !
Selanjutnya
Wajib Baca!
X