indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengadaan Sukhoi Diduga Gunakan Anggaran Ganda

Pengadaan Sukhoi Diduga Gunakan Anggaran Ganda

Pesawat Jet Tempur Su-27 Rusia. AP/Sergei Venyavsky

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch menduga terjadi anggaran ganda dalam pengadaan enam Sukhoi 30-MK2 buatan Rusia. "Diduga ada double anggaran," kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo (ICW) setelah acara konferensi pers di Jakarta Pusat Selasa 27 Maret 2012.

Pemerintah, menurut ICW, telah menganggarkan simulator Sukhoi pada sumber anggaran yang berbeda serta harga yang berbeda. Untuk sumber dari APBN-P pemerintah menganggarkan RP 376.270.050.00, sedangkan untuk sumber sumber dari alokasi state credit Rusia berjumlah US$ 45 Ribu. "Kok jumlahnya beda," katanya.

Selain itu kejanggalan lainnya adalah pada sumber APBN-P disebutkan anggaran total sebesar Rp 237,5 miliar untuk lima mesin Sukhoi SU 27/37 (US$ 5 juta per satuan). "Padahal Menhan bilang US$ 470 juta sudah termasuk pembelian Sukhoi dan 12 unit engine Sukhoi (sekitar 6,48 juta per satuan engine)," katanya.

"Di APBNP harganya US$5 juta, di sumber lainnya US$ 6,48, padahal setahu kami dari informasi media-media luar paling mahal harganya US$ 3,5," tambahnya.

ICW yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan meminta pemerintah untuk transparan dan menjelaskan secara lengkap agar tudingan itu dapat dibuktikan benar atau tidaknya. "Pemerintah mengesankan kita tidak tahu apa-apa. Pemerintah keliru," kata Adnan.

Selain mengeluhkan tentang gandanya alokasi pembiayaan. ICW juga mengkritisi pembelian external store Sukhoi 27/30 dari APBNP. "Apakah tidak seharusnya external store sudah masuk paket," katanya. "Apakah buat cadangan Sukhoi yang baru, atau Sukhoi yang lama belum dilengkapi ini."

Sebelumnya sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan melaporkan dugaan Penggelembungan anggaran ke KPK.

Alasannya, pengadaan pesawat canggih ini diduga bermasalah. Harga pesawat yang mencapai US $ 54,8 juta diduga digelembungkan. Padahal pada pengadaan pertama 2003 harga pesawat ini hanya US $ 41,5 juta. Sedangkan pada pengadaan tahun 2006 hanya seharga US $ 45,5 juta.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin pada rapat kemarin mempersilakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan melakukan pra audit pengadaan enam unit pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2.

ANANDA PUTRI

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
segera ditanggulangi, jangan persulit pansus dan KPK, serta tak usah takut keluarkan rincian detail pembelian alutsista.
Wajib Baca!
X