Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penggugat Humpuss Tak Percaya Hukum Indonesia

image-gnews
KM MV Santa Bahari
KM MV Santa Bahari
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pihak penggugat Humpuss Sea Transport mengungkapkan keraguan terhadap penegakan hukum di Indonesia. Pengacara di London yang mewakili penggugat Humpuss, Marianne Brookes, mengatakan pengusaha asing memiliki peluang menang yang kecil jika berkasus melawan konglomerat di Indonesia.

"Jika Anda berurusan dengan konglomerat besar, korupsi di dalam sistem yang legal, berarti peluang Anda sebagai penggugat asing kecil," katanya seperti dilansir New York Times.

Marianne mewakili Empire Group yang mengajukan gugatan sebesar US$ 145 juta kepada Humpuss Sea Transport, anak perusahaan PT Humpuss yang dimiliki Tommy Suharto. Humpuss dinyatakan menyewa kapal dari Empire, tetapi tidak menyelesaikan pembayaran. (lihat: Perusahaan Tommy Suharto Digugat US$ 145 Juta).

Kasus ini kembali mengingatkan tantangan berbisnis dengan konglomerat di Indonesia. Karena korupsi yang banyak terjadi di pengadilan, banyak pengusaha yang berhasil menyelamatkan aset-asetnya ketika terjadi sengketa.

Sampai hari ini belum ada satu pun penggugat Humpuss yang melaporkan kasusnya ke pengadilan Indonesia. Namun, ada beberapa penggugat yang mengajukan permohonan pembekuan aset atas Humpuss Sea Transport yang berbasis di Singapura. Gugatan ini juga diajukan untuk induk Humpuss, Humpuss Intermoda Transportasi, yang berbasis di Jakarta, London, dan New York.

Namun, sampai saat ini para penggugat belum menerima ganti rugi. Pemerintah Indonesia juga dianggap tidak pernah menjalankan putusan yang sifatnya mengikat secara internasional ini. Jadi, meskipun sudah menang di pengadilan London atau Singapura, penggugat harus mengajukan gugatan kembali di pengadilan lokal di Indonesia.

"Ketika perusahaan international meminta bantuan kepada saya agar putusan di luar negeri bisa dijalankan, saya katakan saya ragu akan berhasil," kata pengacara Todung Mulya Lubis.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Humpuss Sea Transport memesan empat kapal baru dari Empire Chemical Tanker Holdings pada Oktober 2007 sampai Januari 2008. Empire memenuhi pesanan ini dan mengirimkan kapal-kapal itu pada 2009 bersamaan dengan terjadinya krisis keuangan dunia.

Akibat krisis, harga sewa kapal naik ke titik tertinggi pada tahun-tahun tersebut. Karena ini pula Humpuss berhenti membayar biaya sewa kapal kepada Empire.

Gugatan diajukan setelah Humpuss yang berbasis di Singapura menghentikan kegiatannya pada Januari lalu dan menyatakan bangkrut. Perusahaan ini juga mengajukan perlindungan dari kebangkrutan ke pengadilan di Amerika Serikat pada pertengahan Maret.

Pengadilan Tinggi London memutuskan kapal-kapal dan aset Humpuss senilai US$ 60 juta harus disita. Putusan ini keluar pada September 2011, menyusul munculnya banyak gugatan kepada Humpuss karena kasus keterlambatan pembayaran sewa. Sayangnya, menurut hakim Julian Martin Flaux, properti milik Humpuss di Singapura sudah dipindahkan ke Indonesia.

KARTIKA CANDRA | NEW YORK TIMES

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Apakah itu Yayasan Supersemar, Kasus Apa yang Membelitnya? Berikut Kronologinya

55 hari lalu

Kantor Yayasan Supersemar di Gedung Granadi lantai 4, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. dok/ Yosep Arkian
Apakah itu Yayasan Supersemar, Kasus Apa yang Membelitnya? Berikut Kronologinya

Indonesia pernah diguncangkan dengan kasus penyelewangan dana yang dilakukan kroni Soeharto. Yayasan Supersemar kemudian jadi masalah.


Darma Mangkuluhur Hutomo Anak Tommy Soeharto, Minat Balap hingga Bisnis

8 Februari 2024

Darma Mangkuluhur Hutomo (Instagram.com)
Darma Mangkuluhur Hutomo Anak Tommy Soeharto, Minat Balap hingga Bisnis

Darma Mangkuluhur Hutomo, putra sulung Tommy Soeharto menjadi sorotan publik setelah dikabarkan membuat lapangan golf senilai Rp1,2 triliun


Sosok Darma Mangkuluhur Hutomo, Anak Tommy Soeharto yang Akan Buat Lapangan Golf Rp 1,2 T

8 Februari 2024

Darma Mangkuluhur Hutomo (Instagram.com)
Sosok Darma Mangkuluhur Hutomo, Anak Tommy Soeharto yang Akan Buat Lapangan Golf Rp 1,2 T

Nama putra sulung Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo tengah menjadi sorotan publik usai dikabarkan akan membuat lapangan golf senilai Rp 1,2 T.


5 Hal tentang Aset Tommy Soeharto yang Belum Laku Dilelang

28 Januari 2024

Satgas BLBI saat menyita aset PT Timor Putra Nasional di kawasan Industri Mandalapratama Permai, Dawuan, Cikampek, Karawang, Jumat, 5 November 2021. PT Timor Putra Nasional (TPN) merupakan perusahaan milik putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Foto: Istimewa
5 Hal tentang Aset Tommy Soeharto yang Belum Laku Dilelang

Tommy Soeharto senilai Rp2 triliun yang disita pemerintah melalui Satgas BLBI pada 2021 masih belum laku


Kemenkeu Beberkan Dua Alasan Aset BLBI Tommy Soeharto Rp 2 Triliun Tak Kunjung Laku

26 Januari 2024

Tommy Soeharto sempat mendekam di Lapas Cipinang karena terlibat dalam pembunuhan Syafiuddin Kartasasmita. Selepas bebas, ia kembali berkiprah di partai Golkar dengan jabatan terakhir sebagai anggota dewan pembina. Namun, ia keluar dari Golkar dan mendirikan Partai Berkarya pada 2016. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kemenkeu Beberkan Dua Alasan Aset BLBI Tommy Soeharto Rp 2 Triliun Tak Kunjung Laku

Kemenkeu akan kembali melelang aset sitaan milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).


Tata Cahyani Awet Mesra dengan Bobby Tonelli, Netizen: Cocok Banget!

17 Desember 2023

Tata Cahyani dan Bobby Tonelli. Foto: Instagram.
Tata Cahyani Awet Mesra dengan Bobby Tonelli, Netizen: Cocok Banget!

Tata Cahyani dan Bobby Tonelli terlihat makin mesra dari video carpool terbaru. Video mendapatkan dukungan dari publik agar makin langgeng.


Prabowo Bicara Mobil dan Motor Buatan Indonesia, Begini Jejak Mobil Nasional Era Sukarno, Soeharto, hingga Jokowi

20 November 2023

Foto arsip Joko Widodo saat menguji mobil
Prabowo Bicara Mobil dan Motor Buatan Indonesia, Begini Jejak Mobil Nasional Era Sukarno, Soeharto, hingga Jokowi

Prabowo Subianto berjanji akan membuat mobil nasional jika terpilih. Mobnas sejak era Sukarno, Soeharto, hingga Jokowi sebut mobil Esemka.


Berikut Sejumlah Aset Tommy Soeharto yang Tak Laku-laku Dilelang Pemerintah

22 Juni 2023

Satgas BLBI saat menyita aset PT Timor Putra Nasional di kawasan Industri Mandalapratama Permai, Dawuan, Cikampek, Karawang, Jumat, 5 November 2021. PT Timor Putra Nasional (TPN) merupakan perusahaan milik putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Foto: Istimewa
Berikut Sejumlah Aset Tommy Soeharto yang Tak Laku-laku Dilelang Pemerintah

Daftar aset Tommy Soeharto yang tak lalu dilelang senilai Rp 2 triliun, yaitu empat bidang tanah di Kamojing dan Kalihurip, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.


Tutut Soeharto dan Tommy Soeharto dalam Sorotan Kemenkeu Terkait Utang Negara

21 Juni 2023

Putri tertua Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut. TEMPO/Suryo Wibowo.
Tutut Soeharto dan Tommy Soeharto dalam Sorotan Kemenkeu Terkait Utang Negara

Kemenkeu mengungkap status utang Tutut Soeharto dan Tommy Soeharto kepada negara. Apa kata Kemenkeu?


Aset Tommy Soeharto Tak Laku-laku Dilelang, Rencana Kemenkeu Selanjutnya?

20 Juni 2023

Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban usai acara serah terima aset properti eks BLBI di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa, 6 Juni 2023. TEMPO/Amelia Rahima Sari.
Aset Tommy Soeharto Tak Laku-laku Dilelang, Rencana Kemenkeu Selanjutnya?

Aset Tommy Soeharto atau Hutomo Mandala putra yang telah dirampas Satgas BLBI usai utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tidak dilunasi tak kunjung laku dilelang.