Inilah Penyebab Kenaikan Harga Kedelai

Inilah Penyebab Kenaikan Harga Kedelai

Sarwati (36 tahun) membungkus kedelai olahan ke dalam plastik sebelum diperam di industri tempe di dusun Klero, kelurahan Sumberharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (14/5). Para perajin tempe mengeluhkan naiknya harga bahan baku kedelai yang menurut data Koperasi Perajin Tempe Indonesia (KOPTI) sebesar 16,7% atau dari Rp 6000 naik menjadi Rp 7000 per kilogramnya. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengatakan melonjaknya harga kedelai saat ini akibat petani beralih ke komoditas jagung. Komoditas jagung dinilai lebih menjanjikan karena harganya lebih tinggi.

"Jagung dan kedelai ditanam dalam waktu yang sama. Saat ini petani cenderung beralih ke jagung. Sebab dengan harga kedelai Rp 5 ribu, petani berat untuk kedelai," kata Menteri Pertanian Suswono saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2012.

Pada Januari lalu harga eceran kedelai hanya Rp 5.500 hingga Rp 5.600 per kilogram. Namun saat ini harganya sudah mencapai Rp 8 ribu per kilogram.

Kenaikan harga kedelai juga disebabkan produksi kedelai di Amerika Serikat menurun. Padahal, Negeri Abang Sam ini adalah penghasil kedelai terbesar di dunia dan sumber ekspor kedelai ke Indonesia. Selain itu, kata Suswono, Cina mulai membeli kedelai secara besar-besaran. Akibatnya, pasokan kedelai di pasar dunia menipis.

Harga kedelai yang melonjak ini membuat perajin tempe dan tahu berniat mogok kerja. "Inilah persoalan ketika harga kedelai tinggi, maka produsen tempe dan tahu yang akan berteriak. Karena kita masih impor kedelai 60 persen dan 40 persen lokal," ujar Suswono.

Dalam rencana kerja Kementerian Pertanian, untuk mencapai swasembada kedelai pada 2014, maka produksi harus mencapai 2,7 juta ton. Namun, upaya swasembada ini masih terkendala masalah lahan. "Swasembada kedelai memerlukan tambahan lahan minimal 500 ribu hektare," kata dia.

Saat ini pihaknya sedang mengupayakan menambah lahan yang diinventarisasi oleh Badan Pertanahan Nasional. Kementerian Pertanian dan BPN sepakat untuk meretribusi lahan untuk kebutuhan pertanian.

Dalam satu bulan ke depan, pihaknya bersama BPN akan mengkaji lahan mana yang bisa didistribusikan kepada petani. Namun, jika ternyata tak kunjung terealisasi, maka akan diterapkan pola inti-plasma.

Suswono juga punya rencana lain. Untuk menggenjot produksi kedelai, maka akan dilakukan dengan sistem tumpang sari. Potensi penanaman sistem tumpang sari ini bisa setara perluasan lahan 200 ribu hektare. Musim kemarau dianggap cocok untuk mulai menanam kedelai.

Agar tidak bergantung pada penambahan lahan, Kementerian Pertanian akan mengupayakan peningkatan produktivitas dari 1,3 ton per hektare menjadi 1,54 ton per hektare. Lalu pemberian bantuan benih unggul, meningkatkan penggunaan pupuk, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. "Dalam dua tahun masih memungkinkan untuk swasembada," katanya.

ROSALINA

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
tahu tempe adalah makanan semua kalangan untuk itu kendalikan harga kedelai demi kelangsungan pangan tradisional indonesia
1
0
Dari dulu masalahnya ini terus, dan penyelesaiannya kan cuma swasembada aja. Dari mulai beras. Swasembada cuma omdo aja sehh, gak berusaha untuk ∂ï realisasikan. Kalo swasembada tercapai, petani kan juga tenang, harga stabil.. Tingkatkan etos kerja para penyuluh dan semua orang-orang yang terlibat dalam sektor pertanian. Orang Indonesia itu pintar, juga tekun dan rajin asalkan ∂ï beri arahan yang jelas. Pemimpin jangan tidur aja, nanti akan ∂ï minta pertanggung jawabannya selama menjadi pemimpin ∂ï dunia. Kasihan atuh ama petani n pengusaha tempe n tahu kalo begini.. Juga beras harganya mahal bangged sekarang, 1 liter pandan wangi impor 8500. Yang lokal 9000. Karena saya anti impor, terpaksa saya beli yang 9000/liter walau lebih mahal. Saya cinta bangsa saya. Saya mau petani lokal yang menikmati uang saya, bukan petani impor.. Apalagi pejabat koruptor
0
0
Kementan jangan cari kambing hitam, lahan Indonesia luaaas hanya penyuluhan menteri ke petani tidak tepat sasaran, knp hrs bergantung pada USA yg notabena ANDA anggap kafir ??
0
1
memang banyak penyebab dari kenaikan harga kedelai ini, jadi tidak sepenuhnya bisa menyalahkan pemerintah. lebih baik menyiasati kenaikan harga ini dengan tidak mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya, terutama bagi spekulan harga.
0
0
Kenaikan harga kedelai ini dapat ditanggapi dengan positif karena mampu meningkatkan daya jual petani kedelai Indonesia yang selama ini harganya kalah saing dengan kedelai import. Dengan adanya kelangkaan kedelai dr AS, maka harga kedelai dari petani lokal dapat bersaing di pasar dalam negeri.
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X