indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Sebab-sebab Anak Mengigau

Sebab-sebab Anak Mengigau

Anak pasangan Jay-Z dan Beyonce Knowles yang baru berusia 1 bulan, Blue Ivy tampak tertidur pulas. AP Photo//Ed Burke for Beyonce.com, Photo Courtesy of the Carter Family

TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini Windy sering mengeluhkan kondisi buah hatinya, Adit, 8 tahun, yang sering mengigau ketika tidur di malam hari. “Adit sering mengigau tidak jelas. Sudah dibawa ke dokter. Katanya, sih, parasomnia atau menderita gangguan tidur ringan,” kata Windy tentang penderitaan yang dialami putra bungsunya.

Parasomnia merupakan gangguan yang melibatkan kegiatan fisik yang tidak diinginkan atau pengalaman yang terjadi selama tidur. Secara umum gangguan jenis ini banyak ditemukan pada anak-anak dengan persentase 5 hingga 15 persen. Pada penderita dewasa sekitar 1 persen saja. Ganguan tidur ringan ini oleh para ahli tidak menutup kemungkinan terjadinya luka trauma.

Pada buku Texbook of Clinical Neurology, Christopher G. Goetz mengatakan salah satu penyebab terjadinya parasomnia adalah mimpi buruk yang terjadi secara berulang. Christopher yang merupakan peneliti University of University of Southampton mengatakan, “Parasomnia memiliki ciri pada perilaku fisik atau lisan yang tidak diinginkan. Misalnya, berjalan dalam tidur, berbicara saat tidur atau pada tahapan tertentu dari tidur dengan transisi tidur bangun.”

Christopher menjelaskan parasomnia dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni parasomnia primer dan parasomnia sekunder. Pada parasomnia primer adalah gangguan tidur yang ditandai terjadinya simultan unsur-unsur dari transisi tidur-bangun. Sedangkan parasomnia sekunder adalah gangguan sistem organ lainnya yang timbul selama tidur.

"Parasomnia primer diklasifikasikan menurut tahap tidur di mana mereka terjadi, yakni rapid eye movement (REM) atau non-cepat gerakan mata (NREM)," kata Christopher. Di lain pihak, parasomnia sekunder mungkin sangat umum, tetapi bisa dikenali, misdiagnosed atau diabaikan dalam praktek klinis.

Adapun Ikabela, dokter anak dari Klinik Permata Bunda Rawamangun, menerangkan parasomnia merupakan suatu rangkaian gangguan yang mempengaruhi tidur anak, seperti tidur berjalan, ketakutan, berbicara, mengingau dan enuresis, atau mengompol. Dia menjelaskan parasomnia merupakan kejadian yang tidak dikehendaki yang terjadi pada waktu tidur dan mengakibatkan terganggunya perilaku yang biasa dialami oleh anak-anak.

Untuk mengatasi parasomnia, Ikabela menyarankan untuk memberikan pengertian dan support kepada si kecil. Selanjutnya, buatlah lingkungan tidur yang aman dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol.

Ikabela mencontohkan tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal untuk memantau gerakan anak yang tidur sambil berjalan. “Yang perlu diingat kebanyakan kasus parasomnia tidak memerlukan pengobatan. Karena gangguan yang diderita bukanlah suatu bentuk gangguan psikologis maupun suatu penyakit yang berbahaya,” kata Ikabela yang juga menyarankan sebaiknya orang tua mengajarkan buah hatinya untuk selalu berdoa sebelum tidur.

HADRIANI P

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X