Soal Kartun Nabi, Muslim Diminta Menahan Diri | -dunia- | Tempo.co
indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Soal Kartun Nabi, Muslim Diminta Menahan Diri

Soal Kartun Nabi, Muslim Diminta Menahan Diri

Seorang peserta aksi unjuk rasa melempar batu di depan Kedubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Senin (17/9). Aksi digelar massa Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) memprotes dirilisnya video 'Innocence of Muslims.' TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperingatkan pemuatan kartun Nabi Muhammad di Prancis dapat memicu gelombang anti-Barat. Namun, OKI meminta muslim dunia bisa menahan diri terhadap provokasi tersebut.

Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, mengaku terkejut dan cemas atas penggambaran Nabi Muhammad dan memperingatkan mereka akan memperburuk situasi yang sudah muncul akibat peluncuran film anti-Islam (Innocence of Muslims).

Protes atas munculnya film tersebut telah mengakibatkan setidaknya 30 orang meninggal dalam sepekan terakhir, dengan kekerasan banyak ditujukan ke Amerika Serikat sebagai negeri tempat produksi film itu. Menteri Prancis takut fokus protes tersebut akan bergeser ke Paris setelah publikasi majalah satir mingguan di Prancis Charlie Hebdo.

“Minggun Prancis haarus membayar keprihatinan komunitas internasional terhadap hasutan dan intoleransi dari kepercayaan keagamaan,” kata Ihsanoglu, yang meminta pemimpin agama dan politik dunia bersatu melawan fanatisme dan radikalisme.

Dia mengatakan kini waktu bagi komunitas internasional untuk “serius memperhatikan implikasi bahaya dari bicara kebencian dan publikasi berisi hasutan yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.”

Film anti-Islam dan kartun penggambaran Nabi Muhammad merupakan suatu penyalahgunaan yang disengaja, termotivasi dan sitematis atas kebebasan berbicara dan “menjadi bahaya yang jelas bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu serta dunia.” Dia menyerukan muslim dunia supaya “belajar menahan diri selama ujian ini.”

Perwakilan negara dan sekolah Prancis di 20 negara muslim akan tutup Jumat ini karena takut akan terkena dampak dari penayangan kartun dan film anti-Islam itu. Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Abdullah Al-Turki, menyerukan dunia dan organisasi internasional mengambil langkah hukum terhadap "pelecehan" Nabi itu.

Protes terhadap pemuatan kartun itu telah muncul di Iran. Puluhan siswa Iran memprotes publikasi karikatur Nabi Muhammad di depan kedutaan besar Prancis di Teheran. Mereka membawa tulisan "Death to France" dan "Down with the US" dan membakar bendera Amerika dan Israel dalam aksi yang berlangsung selama dua jam.

Di Paris, organisasi Syirian Freedom Association telah mengajukan gugatan terhadap publikasi kartun tersebut. Kasusnya pun saat ini sedang ditangani Pengadilan Prancis. Al-Jazeera melaporkan bahwa pengadilan sebagai tempat yang tepat apabila ada yang merasa dirugikan dengan penyangan tersebut. Di lain pihak, pemerintah Prancis telah melarang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung Sabtu ini di Paris.

ARABNEWS | AL JAZEERA

Berita Terkait
Film Innocence of Muslims Diprotes di Medan

Innocence of Muslims Picu Benturan Peradaban

Dubes AS untuk Libya Masih Hidup Saat Dievakuasi

Polisi Bali Antisipasi Aksi Protes Film Anti Islam

''Innocence of Muslims Wujud Ketakutan Barat''