Pengembang Siasati Aturan Uang Muka KPR

Pengembang Siasati Aturan Uang Muka KPR

ANTARA/Eric Ireng

TEMPO.CO, Jakarta - Penetapan batas minimum Loan To Value (LTV) KPR sebesar 30 persen tidak mempengaruhi target penjualan tahun ini. Marketing Executive PT Ciputra Indah, Abud Budiman, mengakui hingga kini realisasi target tidak terganggu dengan penetapan itu.

"Buktinya sampai kuartal ke empat, target kami 85 persen sudah tercapai," ujarnya dalam BTN Property Expo 2012 di Jakarta Convention Centre, Sabtu, 22 September 2012.

Penetapan batas minimal bagi KPR dinilai positif untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan perbankan. Sehingga aturan itu sudah dipahami semua pengembang. Abud mengakui hingga kini minat konsumen perumahan tetap tinggi.

Bahkan dari seluruh tipe yang ditawarkannya, sekitar 30 persen konsumen menggunakan fasilitas FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dari pemerintah. "Masyarakat tiap tahun terus membutuhkan hunian yang berkualitas," ucapnya.

Hal senada diakui Linda, staf pemasaran PT Ristia Bintang Mahkota. Pegawai dari perusahaan pengembang tipe menengah ini menilai permintaan masyarakat cukup tinggi. "Kami di sini (Pameran) hanya menghabiskan stock yang masih tersisa. Sebagian besar sudah habis terserap pasar.”

Abud mengatakan, untuk menyiasati aturan uang muka 30 persen, perusahaannya gencar melakukan promosi serta penawaran kemudahan melalui skema cicilan uang muka mulai 10-30 persen. "Maksimal 30 persen, karena kita paham dengan aturan itu.”

Tahun ini anak usaha grup Ciputra Property ini menargetkan penjualan hingga Rp 240 miliar, sedangkan selama pameran berlangsung, ia menargetkan pemasukan di kisaran Rp 20-30 miliar. "Target realistis mengingat tinggi kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Harga yang ditawarkan di kisaran harga Rp 95-700 juta per tipe yang sebagian besar berada di kawasan Jonggol kabupaten Bogor.

Direktur Utama Bank Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro, menambahkan, BTN Property Expo 2012 ini merupakan kelanjutan dari event yang sama yang telah dilakukan Bank BTN pada tahun 2011. Perseroan menargetkan transaksi hingga Rp 1,9 Triliun selama penyelenggaraan, angka ini sama dengan capaian tahun lalu.

"Ini menandakan begitu besar minat masyarakat untuk memiliki rumah. Entah itu untuk kebutuhan tempat tinggal ataupun sarana investasi bagi mereka," ujarnya.

Dalam hajatan itu, BTN merupakan sponsor tunggal yang menyajikan banyak proyek perumahan dengan produk yang dipamerkan meliputi rumah dan apartemen premium, ruko, rumah dan apartemen menengah serta rumah tapak dan rumah susun.

JAYADI SUPRIADIN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X