indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kurikulum 2013 Fokus kepada 4 Pelajaran

Kurikulum 2013 Fokus kepada 4 Pelajaran

TEMPO/ Imam Yunni

TEMPO.CO, Jakarta - Kurikulum baru untuk 2013 yang saat ini sedang digodok di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan difokuskan untuk empat mata pelajaran terlebih dulu. Empat pelajaran yang kurikulumnya akan direvisi adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

“Tapi bukan berarti mata pelajaran lain diabaikan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Pengembangan Khairil Anwar Notodiputro kepada Tempo, Selasa, 25 September 2012.

Keempat mata pelajaran tersebut dipilih karena dianggap bisa mempengaruhi rasa nasionalisme dan meningkatkan karakter generasi muda. Saat ini, pendidikan di Indonesia dirasa masih terlalu liberal.

Menurut Khairil, kurikulum ini akan mengalami banyak perubahan dibanding kurikulum sebelumnya yang dibuat tahun 2006. Selain isi pengajaran, juga diubah cara penyampaian, termasuk penyiapan dan penyediaan buku ajarnya. Kelak, empat mata pelajaran itu harus menggunakan buku yang distandarkan oleh kementerian. Sedangkan mata pelajaran lain boleh menggunakan buku pedoman berbeda, namun harus di bawah pengawasan kementerian.

Khairil berharap tidak ada buku-buku pelajaran yang mempunyai konten terlalu liberal. "Semoga tidak lagi menemukan gambar (Miyabi) itu di buku-buku pelajaran," kata Khairil menanggapi buku pelajaran setingkat SMP yang memuat gambar artis porno di salah satu halamannya.

Kurikulum 2013 nantinya tidak hanya bersifat kognitif atau hafalan saja. Tetapi juga mementingkan sikap dan keterampilan para siswa. "Misalnya, bagaimana anak-anak ini mempunyai nilai Pancasila, tidak hanya hafalan sila pertama dan seterusnya," kata Khairil. Metode inilah yang saat ini sedang dicari dan diterapkan di kurikulum baru.

Sedangkan untuk mata pelajaran lain, kata Khairil, ada kemungkinan beberapa akan digabung jika memungkinkan untuk membentuk kurikulum yang lebih sederhana dan efektif. "Diajarkan 5 jam lebih bagus asal efektif daripada 10 jam tapi banyak yang tidak bermanfaat," kata Khairil.

Saat ini, kurikulum baru itu masih dalam tahap pematangan draf. Pematangan tak hanya melibatkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud, tetapi juga merekrut anggota tim evaluasi dari perguruan tinggi dan tim independen yang berkonsentrasi di beberapa bidang mata pelajaran.

SUNDARI

Berita Terpopuler

Penyidik KPK yang Ditarik Mengaku Diteror

Taufiq Kiemas Kapok Koalisi dengan Gerindra

Diperiksa Sebelas Jam, Sopir Anas Lupa Ingatan

Penyidik Pulang ke Mabes Polri Diantar Sekjen KPK

Banyak Stasiun TV Lokal Tayangkan Tarian Erotis





Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
MULYA FARMA MAHASISWA DUAL MODE SYSTEM ( DMS) IAIN IMAM BONJOL PADANG KAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PGMI Menurut pendapat saya...???? saya sangat senang sekali dengan apa yang telah dan ingin dikembangkan didunia Pendidikan Khususnya di Indonesia,karena apa...karna dunia Pendidikan di Indonesia sudah Mulai menampakkan Eksistensinya mlangkah lebih maju,dan saya sangat senang skali dengan masuknya Plajaran Agama pada 4 bidang study tersebut.karena selama ini agama dikesampingkan dan tidak masuk pada ujian yang di UN kan,dengan adfanya gebrakan Pemerintah tentang itu kita tentunya berharap mudah2an ini tidak sebagai alat untuk uji coba tetapi betul-betul dipertimbangkan dengan matang dan bijak.
Wajib Baca!
X