indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pundi-pundi Sang Jenderal Djoko Susilo

Pundi-pundi Sang Jenderal Djoko Susilo

Irjen Pol Djoko Susilo. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO , Jakarta:Beberapa waktu silam Inspektur Jenderal Djoko Susilo pernah melaporkan memiliki harta senilai Rp 5,4 miliar. Hari ini dia diagendakan akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus simulator SIM. Berikut kekayaan Djoko versi beberapa lembaga yang diolah Tempo.



Laporan KPK pada 20 Juli 2010

Tercatat memiliki harta Rp 5.623.411.000,-
Harta terdiri antara lain:
Tanah dan bangunan seluas 700 m2 dan 393 m3 di Jakarta Selatan, berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2000, NJOP Rp. 2.665.669.000,-
Tanah seluas 700 m2 di Jakarta Selatan, berasal dari hasil sendiri, NJOP Rp. 1.945.300.000,-
Harta bergerak berupa alat transportasi, berupa mobil Toyota Kijang Innova tahun 2005, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan 2005, senilai total Rp. 275.000.000,-



Laporan LHKN pada 23 Agustus 2010
Tercatat memiliki harta kekayaan Rp. 5.623.441.116,-
Hartanya terdiri antara lain:
Harta tidak bergerak senilai Rp. 4.610.969.000,-
Logam mulia dari warisan, perolehan tahun 1999-2000, senilai Rp. 160 juta.
Batu mulia dari warisan, perolehan 2000-2001 dengan nilai jula Rp 160 juta.
Barang-barang seni dan antik, dari hasil sendiri, perolehan 2008, senilai Rp. 80 juta.
Benda bergerak lain, dari hasil sendiri, perolehan 1998-1999 dengan nilai jual Rp. 100 juta
Giro dan setara kas, dari hasil sendiri, senilai Rp 237.442.116,-

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)
Harta yang belum dilaporkan, Djoko memiliki aset senilai Rp 40 miliar.
Antara lain terdiri atas:
Tanah dan bangunan seluas 5000 m2 di Laweyan, Solo, Jawa Tengah.
Tanah dan bangunan seluas 1 hektar atas nama istrinya, Suratmi, di Jalan Leuwinanggung, Tapos, Bogor.



Baca Lengkap di Koran Tempo

Komentar (12)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
sikat habis.. bagi koruptor di indonesia pantas aja indonesia gak maju2......
0
1
Sudah ada data , tolong segera ditindaklanjuti aparat KPK...jika memang benar...sita untuk negara...jangan takut ...saat ini rakyat ingin kasus simulator jadi momen bersih bersih di tubuh POLRI....MERDEKA
0
5
Ditakdirkan bagi Manusia senang dengan kehidupan dunia!! Senang dengan harta, wanita, anak-anak, kendaraan, emas maupun perak!!! Itu semua menakjubkanmu!!! cuma sayang kau hanya bisa menikmati sebentar saja!!! besok kamu mati!!! dan harta akan jadi penyiksamu di NERAKA kalau kau tidak pandai2 bersyukur dan halal mencarinya!!!
0
2
kaya raya kalau dari hasil keringat sendiri ya wajar tapi kalau dari korupsi ya harus berani menanngung akibatnya
3
7
Tidak ada satu pun undang-undang di negeri ini yang melarang warga negaranya untuk menjadi kaya-raya. Jadi, jangankan Jenderal... Hansip Kelurahan bahkan petugas ronda pun pasti mau menjadi kaya-raya, atau cukup menjadi sejahtera apabila para aparatur penyelenggara negara di Republik ini punya kemampuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Becus apa gaaaaak mensejahterakan rakyatnya...?!!! Jadi, yang dilarang itu adalah kaya-raya dengan cara-cara korupsi. Orang tolol aja tau ituuuuuu...! Saya cuma mengingatkan Jenderal-Jenderal lainnya : kalau mau kaya-raya, jangan jadi pejabat Jenderaaaaaaaaaaal !!! Jadilah pengusaha yang sukses !
Selanjutnya
Wajib Baca!
X