indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Apa Saja Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Inggris

Apa Saja Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Inggris

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengab PM Inggris David Cameron (kanan) ketika melakukan pertemuan bilateral di Jalan Downing 10, London, Inggris, Kamis (1/11). ANTARA/Setpres-Rusman

TEMPO.CO, London - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di kantor sekaligus kediaman Cameron, di 10 Downing Street. Kerja sama yang disepakati itu adalah di bidang pertahanan, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Kerja sama bidang pertahanan diteken Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Inggris Phillip Hammond, M.P. Kerja sama itu berupa bantuan peningkatan kapasitas bagi Tentara Nasional Indonesia di Pusat Studi Perdamaian dan Keamanan dalam bentuk peralatan audio visual untuk pelatihan bahasa, juga menyediakan kursus-kursus dan seminar bagi anggota pasukan perdamaian.

Bentuk kerja sama di bidang pertahanan lainnya berupa kontrak penjualan alat-alat pertahanan kepada angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut Indonesia. Peralatan itu di antaranya peluru kendali starstreak, senapan sniper, kapal perang kecil multiguna (Multi Roles Light Frigate – MLRF), dan suku cadang untuk pesawat tempur Hawk 109/209.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu dengan Menteri Kebudayaan Komunikasi dan Industri Kreatif Inggris Ed Vaizey menandatangani kerja sama bidang ekonomi kreatif.

“Kesepakatan ini sangat penting karena Inggris merupakan salah satu rujukan bagi pengembangan industri kreatif di Indonesia," kata Mari Elka Pangestu.

Kemudian di bidang pendidikan diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh dengan Menteri Negara Universitas dan Sains Inggris David Willets.

“Kami ingin mengembangkan studi mengenai Indonesia di universitas-universitas di Inggris, seperti di Exeter, SOAS, dan Oxford, agar para ahli-ahli Indonesia asal Inggris akan lebih banyak," ujar Muhammad Nuh. Selain itu, ada beasiswa studi di Inggris untuk 150 mahasiwa Indonesia per tahun yang melengkapi beasiswa DIKTI.

Ketiga penandatanganan MOU oleh para menteri dari Indonesia dan Inggris ini disaksikan langsung oleh Presiden SBY dan Perdana Menteri David Cameron.

VISHNU JUWONO (LONDON)

Berita Lainnya:
Gerombolan Perampok Sekap Ustazah Suryani Taher
20 Rute Penerbangan Merpati Ditutup Sementara
Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?
Jokowi Bakal Hadir di Lomba Penggali Kubur
Korban Badai Sandy Unggah 10 Foto per Detik
Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X