Proyek ITF Sunter Akan Masuk Tahap Beauty Contest

Proyek ITF Sunter Akan Masuk Tahap Beauty Contest

Sejumlah pemulung berebut sampah layak jual di TPA Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, (16/06). Pembahasan mengenai perpanjangan izin penggunaan lahan TPA yang berakhir 3 Juli nanti, masih berlarut-larut. Foto: TEMPO/Hamludin

TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) alias Pengolahan Sampah Terpadu di Sunter, Jakarta Utara, akan memasuki tahap beauty contest atau seleksi komitmen, kemampuan, dan portofoli perusahaan peserta lelang. Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, tahap ini akan dilakukan setelah audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan rampung.

Saat ini, kata dia, BPKP tengah mengaudit dokumen finansial tiga perusahaan yang mengikuti lelang ITF Sunter. Hasil BPKP sesegera mungkin diketahui dan kemudian disampaikan ke Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. “Baru setelah itu dilakukan beauty contest," ujar Eko di Balai Kota Jakarta, Sabtu 3 November 2012.

Audit memakan waktu lama karena proyek ntuk membuat pembuangan sampah di Jakarta ini membutuhkan danaRp 1,3 triliun. Dia mengatakan pemenangnya akan diumumkan pada akhir tahun ini.

Menurut Eko, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin agar pembangunan ITF Sunter bisa terlaksana secepatnya karena termasuk target 100 hari pemerintahan Jokowi dan Basuki. "Ini termasuk ingin bangun bank sampah berskala besar di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Nantinya kerja sama DKI dengan Kementerian Pekerjaan Umum," kata Eko.

Dengan pembangunan ITF Sunter dan dua ITF yang akan menyusul, Eko memperkirakan, masing-masing dapat menampung sampah 1.000-1.500 ton per harinya. ITF Sunter dapat menampung 1.200 ton per hari.

Pada lima tahun mendatang, ujar dia, sampah-sampah Jakarta pun tidak lagi tergantung dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang. Karena, 70 persen sampah Jakarta akan diolah di dalam kota. Sedangkan sisanya sebanyak 30 persen yang berupa residu tetap dikirim ke Bantargebang.

Sebelumnya, ada tiga konsorsium yang masuk lelang ITF Sunter, yakni PT Wira Gulfindo Sarana yang bekerjasama dengan PT Ramky dari India, PT Jakarta Green Initiative yang bekerjasama dengan Hitachi dari Jepang, dan PT Phoenix Pembangunan Indonesia yang bekerjasama dengan Keppel Seghers dari Singapura.

Rencananya, ITF itu akan menggunakan teknologi incenerator (pembakaran) yang menyisakan residu sekitar 10 persen dari total sampah yang diolah. Selain itu, incinerator mampu menghasilkan listrik yang tinggi yaitu 14 Megawatt per 1.000 ton sampah. Residu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan conblock.

SUTJI DECILYA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X