Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gila Games? Ongkosnya Tak Sedikit

Editor

Grace gandhi

image-gnews
web-japan.org
web-japan.org
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi penggila game memang butuh modal yang tak sedikit. Biaya terbesar biasanya dikeluarkan untuk membeli perangkat keras. Para penggila game tidak puas hanya memakai komputer atau televisi sekenanya. Mereka menambahnya dengan berbagai aksesori untuk meningkatkan kemampuan komputer atau menggabungkan console dengan home theater, sehingga atmosfer dalam permainan benar-benar terasa.

Wisnu Wardhana, Vice President Financial Institution Bank Danamon Indonesia, membangun tempat khusus untuk nge-game yang megah di rumahnya. Di dalam ruangan 7,5 x 5 meter yang kedap suara dan berpenyejuk udara, kenyamanan bermain game terasa dengan empat kursi empuk untuk bersantai. Selain layar lebar 110 inci, ada lima sound system. Tiga di depan, dua di belakang, plus 1 subwoofer atau 5 point 1. “Kalau buat nge-game, 5.1 sudah bisa. Tapi kalau untuk film, sebaiknya 7.1. Jadi, kalau kita main perang-perangan, di samping kiri-kanan kita terasa benar-benar di medan peperangan,” katanya.

Harga perangkat sound system itu bisa bikin merinding. Untuk sepasang speaker di kanan-kiri bagian depan, Wisnu berani merogoh sekitar Rp 27 juta. Itu belum termasuk tiga speaker lain dan satu subwoofer yang harganya mencapai Rp 12 juta.

Di kamar khusus itu, ada dua proyektor yang terdiri atas proyektor 3 dimensi serta proyektor biasa dengan harga Rp 19 juta dan Rp 11 juta. Wisnu biasa memainkan XBox console game dan PlayStation3 yang masing-masing senilai Rp 3 juta. “Dulu ada Wii, tapi jarang dipakai, sudah saya hibahkan ke keponakan,” ujarnya. “Paling yang main Wii saya,” Kunti menimpali.

Ia menambahkan receiver, yang berfungsi sebagai prosesor game, senilai Rp 11 juta. Jika ditotal, nilai perangkat permainannya itu lebih dari Rp 100 juta!

Wisnu biasanya berburu perangkat permainan melalui eBay, Kaskus, atau membeli langsung di Amerika Serikat. Receiver adalah contoh perangkat yang ia beli melalui eBay. Semua permainannya sudah wireless (tanpa kabel). “Lebih aman.”

Selain soal perangkat keras, ada pengeluaran rutin untuk membeli game yang tak habis-habisnya muncul. Gde Adithya Mahendra Rai, mantan model Jajaka Bandung misalnya. Setiap bulan selalu ada game pilihan yang menambah koleksinya. Semuanya harus game asli, buatan Jepang, bisa baru atau bekas. Pembelian biasanya lewat belanja online. Anggarannya per bulan Rp 3 juta. Belum termasuk biaya sambungan Internet kencang per bulan Rp 1,2 juta.

Anggaran itu bisa bertambah jika ada console game baru yang keluar 4-5 tahun sekali. Selain menunggu kiriman, ia kerap terbang ke Jepang untuk mendapatkan idamannya. Misalnya, saat peluncuran Play Station-3 pada 2005, Adithya rela antre dan camping di depan toko game di Distrik Akihabara, Tokyo, dari pukul enam sore hingga toko buka pukul sembilan pagi.

Kebiasaan lain dalam perburuan di Jepang adalah mencari game-game bekas pakai namun kondisinya masih baik. Menurut Adithya, orang Jepang, sehabis game-nya tamat, sering menjual game miliknya. "Mereka tak bisa koleksi seperti saya karena rumahnya kecil-kecil," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adithya memang suka membantu kenalannya yang ingin mencari game bekas seperti itu. Tapi dia sendiri pantang menjual koleksinya. "Saya mau mendirikan museum di rumah saya sendiri nanti," ujarnya.

Adapun Bagus Wirahadi Sutana, staf Bulog Bandung, maksimal menghabiskan Rp 1 juta untuk memburu game-game incaran. Biasanya, ia suka berbelanja game bekas tapi masih bagus, yang ditandai dengan banyak bintang dari e-Bay. Barang buruannya game-game edisi terbatas bergenre action dan RPG (role playing game), seperti Kingdom Hearts dan Dissidia Final Fantasy. "Beli second karena susah dapat yang baru dan lebih murah," katanya.

Harga game bekas edisi terbatas itu berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Adapun game asli bekas yang biasa, bukan edisi terbatas, sekitar Rp 100-300 ribu. Harga itu lebih miring separuhnya dari harga di mal elektronik.

Agar sakunya tak tekor, Bagus biasanya menjual koleksi game asli satu per satu seharga Rp 250 ribu per buah. Penjualannya di Kaskus atau ke temannya langsung yang berminat. Hasilnya dipakai untuk menambah pembelian game bekas edisi terbatas yang berharga di kisaran Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

Koleksi mainan Wisnu yang mantan atlet renang nasional ini ada ratusan. Tapi belakangan sebagian koleksinya dihibahkan ke keponakan dan temannya. Yang tersisa hanya puluhan yang masih setia dimainkannya. “Biarpun permainan selalu berkembang, yang usianya dua tahunan masih suka saya mainin lagi,” ia menjelaskan.

Yang jelas, tutur Wisnu, kegilaannya pada permainan saat ini adalah untuk membayar masa kecil hingga remajanya yang terampas lantaran harus berlatih renang. “Dulu saya selalu berpikir, coba punya game boy,” katanya.

ANWAR SISWADI | ISTIQOMATUL HAYATI | NATALIA SANTI

Berita Terkait:
10 Game Terlaris 2012

Angry Birds untuk Pembelajaran Anak TK

Dua Game Lokal Ini Dipamerkan di JCC 

Pestanya Gamer Indonesia Resmi Dibuka 

Game Pengusir Setan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pesatnya Tren Teknologi Jadikan Industri Game Nasional Prospektif

21 Oktober 2017

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Pesatnya Tren Teknologi Jadikan Industri Game Nasional Prospektif

Produsen komputer, Acer, menilai, dalam beberapa tahun, industri game di Indonesia akan tumbuh.


Dua Game Indonesia Jadi Nominasi IMGA SEA

13 September 2017

Infectonator, game berbasis web, iOs, dan Android ini telah memenagi penghargaan Game of the Year Award 2013 dari Armogames.com dan Best Cross Platform Game dalam Flash Gamming Summit 2011. Game ini dibuat oleh Toge Productions yang didirikan oleh Kris Antoni dan Sudirman Then pada 2010. Mereka telah membuat lebih dari 20 game, seperti Planetary Conflict dan Necronator 2. Play.google.com
Dua Game Indonesia Jadi Nominasi IMGA SEA

Alegrium mengumumkan dua game karyanya, yakni Almighty dan Icon Pop Quiz 2, menerima nominasi People's Choice Awards dalam kedua IMGA SEA


Beralih ke Xbox One X, Microsoft Hentikan Penjualan Xbox One

27 Agustus 2017

Xbox One X. Theverge.com
Beralih ke Xbox One X, Microsoft Hentikan Penjualan Xbox One

Microsoft telah menghentikan produksi Xbox One beberapa bulan sebelum penghentian penjualan konsol Xbox One.


LG Akan Pamerkan 2 Monitor Gaming di IFA 2017

23 Agustus 2017

LG Akan Pamerkan 2 Monitor Gaming, LG 32GK850G dan LG 27GK750F, di IFA 2017. Kredit: LG
LG Akan Pamerkan 2 Monitor Gaming di IFA 2017

LG melengkapi kedua gaming monitornya ini dengan refresh rate 144Hz dan 240Hz.


Formula 1 Luncurkan Kejuaraan Dunia eSports

22 Agustus 2017

Liberty Media, yang mengambil alih Formula One pada bulan Januari, telah menargetkan game sebagai area pertumbuhan untuk mendorong pendapatan. Kredit: Daily Mail
Formula 1 Luncurkan Kejuaraan Dunia eSports

Formula One mengumumkan peluncuran seri eSports yang akan berlangsung dari bulan September sampai November.


Bahaya Permainan Video bagi Otak, Parkinson dan Alzheimer

16 Agustus 2017

TEMPO/Yuyun N
Bahaya Permainan Video bagi Otak, Parkinson dan Alzheimer

Bermain video game jenis aksi tidak baik bagi kesehatan otak karena akan mengurangi daya ingat.


Game 'Where is My Water? 2' Dipakai untuk Memata-matai Anak-anak  

11 Agustus 2017

Aplikasi game Where's My Water? 2. (Google Play Store)
Game 'Where is My Water? 2' Dipakai untuk Memata-matai Anak-anak  

Amanda Rushing, ibu dua anak yang tinggal di California, menuntut perusahaan animasi Walt Disney atas tuduhan pelanggaran privasi anak-anak.


Fokus ke Game, Acer Perluas Lini Predator

10 Agustus 2017

Laptop gaming Acer Predator Helios 300. (cnet.com)
Fokus ke Game, Acer Perluas Lini Predator

Acer mengincar posisi teratas pasar perangkat game di Indonesia.


Paris Pertimbangkan Video Game Masuk Cabang Olimpiade 2024

9 Agustus 2017

Sebastian Coe. AP/Alastair Grant
Paris Pertimbangkan Video Game Masuk Cabang Olimpiade 2024

Presiden komite tender Olimpiade Paris mengatakan diskusi akan
digelar untuk membahas prospek gamer bersaing untuk emas
Olimpiade.


Penelitian: Video Game Kekerasan Picu Perilaku Agresif

4 Agustus 2017

Ilustrasi Game Online. ANTARA/Lucky.R
Penelitian: Video Game Kekerasan Picu Perilaku Agresif

Para orang tua sebaiknya berhati-hati jika anak gemar main video game yang bertema kekerasan.