Cher dan Donald Trump Saling Menyerang di Twitter

Cher dan Donald Trump Saling Menyerang di Twitter

Cher (kiri) dan Donald Trump (kanan). Foxnews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Rupanya miliuner Donald Trump tidak pernah berhenti untuk menyerang orang yang tidak disukainya. Dan mungkin saja, jika penyanyi Cher bisa membalikkan waktu, mungkin dia tidak akan memulai kicauannya yang pertama di Twitter untuk berdebat dengan Trump.

Peperangan ini terjadi saat penyanyi ini mem-posting kicauan yang menyerang merek dari perusahaan Trump yang laris terjual di Macy. "Aku tidak akan pernah pergi ke Macy lagi," kicaunya di akun Twitter-nya, Senin lalu, 12 November 2012. "Aku tidak tahu bahwa mereka menjual produksi Donald Trump! Jika mereka tidak peduli bahwa mereka menjual produk dari orang yang banyak omong.”

Cher lalu melanjutkan kicauannya yang menyerang pebisnis ini, termasuk tentang rambut Trump yang disebutnya sebagai "rambut palsu”.

Membaca celotehan Cher, Trump tidak mau tinggal diam. Ia menyerang balik Cher dengan meledek kebiasaan operasi plastik yang dilakukan oleh Cher. "Cher, aku tidak pakai rambut palsu, ini milikku. Dan aku berjanji tidak akan bicara tentang operasi plastik besar-besaran yang kamu lakukan, dan tidak berhasil.”

Melihat itu, Cher langsung membuat respons dengan mengakui bahwa komentarnya tentang rambut Trump sudah di luar jalur. "Langsung saja, aku bicara asal tentang rambut Donald. Aku salah," tulis Cher. "Aku harap Macy membuang produksinya!"

Dan sepertinya keinginan Cher sukar terwujud karena pemimpin eksekutif Macy, Terry Lundgren, menolak petisi yang meminta untuk mengeluarkan produk Donald Trump dari toko itu. "Tolong pahami dan hargai bahwa Macy tidak mewakili pandangan politik siapa pun. Kami adalah kelompok bebas yang berkompromi terhadap berbagai macam pandangan.”

FOX NEWS | DEWI RETNO

Berita Lain:
Pepeng Jualan Kacang Oven
Jakarta Berawan
David Luiz Ajak Falcao gabung ke Chelsea
Manipulasi Rp 16,1 Triliun di BP Migas

Di Jepang Nasi Kare Warnanya Biru




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X