Situs Esek-esek, Mati Satu Tumbuh Seribu

Situs Esek-esek, Mati Satu Tumbuh Seribu

Ilustrasi pronografi. Inquisitr.com

TEMPO.CO, Jakarta--Perkembangan internet yang berkembang pesat juga mengakibatkan suburnya peredaran situs porno. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan di tahun 2012 ini sudah sejuta lebih situs porno yang diblokir.

"Tapi ibarat pepatah mati satu tumbuh seribu," katanya ketika dihubungi Tempo pada Sabtu, 15 Desember 2012. "Kami blokir sepuluh muncul seratus."

Gatot mengatakan para pembuat situs porno tidak hanya menggunakan nama yang vulgar tetapi ada juga yang ilmiah. "Kami pernah menemukan nama situs www.lalat.com." ujarnya.

Isinya ketika dibuka adalah penyedia konten pornografi. Ketika diblokir, kata Gatot, muncul lalat1, lalat2, dan seterusnya. 'Macam-macam namanya bahkan ada yang terang-terangan," ujar dia.

Gatot mengatakan para pembuat situs porno ini juga kreatif. Mereka lanjut dia memanfaatkan semua celah yang ada. Belum lagi para pengguna internet yang sudah kecanduan situs porno.

Sehingga menurut dia Kementerian harus berpacu untuk rutin melakukan pemblokiran. Gatot mengatakan untuk itu Kemnetreian bekerjasama dengan penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) untuk melakukan pemblokiran.

Saat ini di Indonesia ada 220 ISP seperti Telkomsel, Telkom, Indosat, dan sebagainya. Dia berharap ISP juga ikut menyaring konten yang lewat melalui jalurnya. "Kami terus galakan program internet sehat," ujarnya. Simak pula laporan tempo.co tentang bisnis syur di dunia maya.

SYAILENDRA | MUNAWWAROH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X