indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mahasiswa Malaysia Belajar Wirausaha ke Indonesia

Mahasiswa Malaysia Belajar Wirausaha ke Indonesia

freepicturesweb.com

TEMPO.CO, Surakarta -- Puluhan mahasiswa Malaysia yang tergabung dalam Majlis Keusahawan Mahasiswa Universiti-Universiti Malaysia (MAKMUM) belajar wirausaha ke Indonesia dalam Workshop Kewirausahaan Indonesia-Malaysia ke-3. Acara tersebut diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 19-23 Januari 2013.

Ketua Koperasi Mahasiswa UNS Surakarta Arif Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan sejak 2010. "Pertama pada Desember 2010, lalu Juli 2011, dan sekarang Januari 2013," ujarnya di sela puncak kegiatan workshop di kampus UNS Surakarta, Senin, 21 Januari 2013.

Selain penyampaian materi, dia mengajak seluruh peserta untuk mengunjungi beberapa pengusaha di Surakarta dan sekitarnya. Misalnya untuk tahun ini berkunjung ke sebuah perusahaan media dan transportasi. Pada tahun-tahun sebelumnya, peserta pernah mengunjungi Pasar Klewer dan pusat perbelanjaan grosir. "Tujuannya melihat peluang bisnis," katanya.

Setia Usaha Kehormat MAKMUM, Mohd. Senu Awang mengatakan, ada 75 mahasiswa dan 48 dosen dari berbagai universitas negeri di Malaysia. "Ada 20 universitas negeri yang tergabung dalam MAKMUM," ujarnya.

Dia ingin memberikan pengalaman kepada para mahasiswa Malaysia untuk melihat sendiri kegiatan wirausaha di Indonesia. "Wirausahawan Indonesia punya karakter yang kuat dalam berbisnis," ujarnya.

Selain ke Indonesia, dia pernah membawa para mahasiswa dan dosen untuk belajar berwirausaha ke Vietnam. Menurut dia, para mahasiswa harus mendapat pengalaman baru dengan mempelajari cara wirausaha di negara lainnya. "Terutama yang serumpun dengan Malaysia," katanya.

Dia ingin para mahasiswa tidak berpuas diri dengan budaya wirausaha di Malaysia. Jadi harus terus belajar dan mengambil keunggulan wirausaha di negara lain. "Kami akan berkunjung ke Guangzhou, Cina. Di sana luar biasa untuk usaha retail," ucapnya.

Arif mengatakan, pihaknya pernah mengadakan kegiatan serupa di Malaysia. Pada 2011, ada lima mahasiswa UNS yang mengikuti pelatihan wirausaha di Malaysia. "Saat itu kami sekaligus membuka stan untuk belajar wirausaha. Hasilnya, dari 100 kilogram barang yang kami bawa, hanya tersisa 30 kilogram," katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X