indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Capres 2014, Jokowi Diibaratkan Sebagai Anak Macan

Capres 2014, Jokowi Diibaratkan Sebagai Anak Macan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengibaratkan Joko Widodo sebagai "anak macan" yang siap menerkam induknya. "Ia dibawa dari Solo oleh tokoh besar, dan akan "memakan" induknya sendiri," kata Burhanuddin mengenai hasil survei Pusat Data Bersatu.

Dalam survei itu, tingkat elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berada pada peringkat teratas dalam bursa calon presiden 2014. Meraih 21,2 persen suara, Jokowi—sapaan mantan Wali Kota Surakarta itu—mengalahkan 12 calon lainnya, termasuk Megawati Soekarnoputri.

"Ini gara-gara "partai media" yang mengusung Jokowi," kata Ketua Pusat Data Bersatu, Didik J. Rachbini, dalam pemaparan hasil survei kemarin.

Didik menjelaskan, survei bertajuk “Indonesia Mencari Pemimpin” itu dilaksanakan pada 13-18 Januari 2013 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang di 30 provinsi. Metode yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner terstruktur.

Di bawah Jokowi, berturut-turut Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (18,4 persen), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (13 persen), dan penyanyi dangdut Rhoma Irama (10,4 persen).

Rhoma, secara mengejutkan, meninggalkan sosok Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (9,3 persen), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (7,8 persen), dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto (3,5 persen).

Sedangkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Ketua Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa meraih tak sampai 3 persen suara.

Adapun pada kategori top of mind, nama Rhoma disebutkan pertama kali oleh 25,8 persen responden saat Pusat Data mengajukan pertanyaan tanpa daftar nama. Disusul Aburizal Bakrie (16,9 persen), Prabowo (16,8 persen), Megawati (12,2 persen), dan Jokowi (8,8 persen).

AYUCIPTA | ANGGA SUKMA WIJAYA


Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Jokowi dan Ahok memang berpotensi untuk memimpin negara, namun bukan dengan "menerkam induk" nya. Mereka memiliki kinerja yang belum dimiliki kebanyakan pemimpin di negri ini. Tolong bung Burhan gunakan ibarat yang sehat yang tidak mengadu domba. Dan saya berharap "induk politik" Jokowi maupun Ahok seharusnya bangga dengan pilihannya, langkah yang bijak dan baik bagi pimpinan adalah dengan mendukung kader partai yang berpotensi dicintai rakyat melalui kinerja, bukan sekedar pencitraan. Kami bangga dengan Jokowi dan Ahok, kami bangga dengan pilihan PDI Perjuangan dan Gerindra. Terima kasih telah memberikan pemimpin yang baik bagi kami.
0
0
rhoma maju capres?? ya monggo2 aja, ituhak dia kok. tp rakyat indonesia sudah cerdas2 ;)) sudah tau mana yg seharusnya memimpin negara & mana yg cukup jd presiden di panggung
0
0
media atau pengamat jangan askom - asal komen. Pak Jokowi bukan tipe "anak durhaka". Kalau pd saatnya rakyat Indonesia "menuntut" beliau utk memimpin Indonesia, itu bukan target beliau dlm bekerja. Saya yakin apa yg beliau lakukan adl semata2 menjalankan amanah yg diembannya dg sebaik2nya. Bgt jg pak Basuki. Pemimpin spt beliau ber2 iniyg LANGKA di Indonesia!! Pengamat2 jgn membuat keruh situasi, mengingat "orang tua" angkat pak Jokowi (secara politis) tipe orang yg... ya begitulah.
0
1
Oo yang benar aja Roma Iama Presiden RI. Ini orang mimpinya kelewatan banget. Lihat hasil pilkada DKI, apa omongan Roma didengarin, apalagi di Indonesia, jauh panggang dari api bung.
Wajib Baca!
X