Polisi Ungkap Pembunuhan Keji oleh Seorang Pastor

Polisi Ungkap Pembunuhan Keji oleh Seorang Pastor

Ilustrasi Pembunuhan

TEMPO.CO, Kupang - Polisi mengungkap sebuah pembunuhan keji yang dilakukan seorang pastor di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pembunuhan ini terungkap setelah polisi menemukan tiga kerangka manusia di Tempat Orientasi Rohani (TOR) Lela, Maumere, pada 27 Januari 2013. "Sudah 10 tahun baru kasus ini terungkap. Setelah ada saksi yang mengetahui kasus ini dan melaporkan ke keluarga korban," kata Wakil Kepala Polres Sikka, Komisaris A.A. Nugroho, saat ditemui Tempo, Rabu lalu, 12 Februari 2013.

Tiga kerangka manusia yang diketahui adalah jasad dari Merry Grace alias Yosephine Keredok Payong, seorang mantan suster, dan dua anaknya itu dibunuh oleh Herman, yang kini sudah tak lagi menjadi pastor.

Penggalian kerangka jenazah itu setelah ada laporan dari keluarga korban bahwa mereka telah mencari Merry Grace selama 10 tahun, dan tidak ditemukan. "Penggalian itu atas laporan keluarga korban," katanya.

Keluarga korban, Pater Piter Payong, membenarkan kasus pembunuhan yang dilakukan pastor Herman Jumat Massan. Kasus pembunuhan itu terjadi pada 2002 lalu. Kala itu, Herman masih menjabat sebagai pastor pembina di TOR Lela. "Waktu dibunuh, Herman masih menjabat sebagai seorang pastor pembina di TOR Lela," katanya.

Keduanya, yang sama-sama berasal dari Adonara, Flores Timur, menjalin hubungan gelap saat sama-sama bertugas di STFK Ledalero pada 1997. Kala itu, Herman mengajar di sekolah pastoral tersebut, sementara Merry Grace bersekolah di situ. Kala itu, Merry Grace masih berstatus sebagai suster. "Setelah tamat, Merry memilih keluar dari susteran," katanya.

Merry Grace kemudian bekerja di Rumah Sakit Lela, sementara Herman dipindahtugaskan ke TOR Lela. Jarak antara rumah sakit dan TOR Lela hanya sekitar 100 meter, sehingga hubungan keduanya lebih akrab hingga membuahkan dua anak. Menurut polisi, pasangan kekasih itu sepakat untuk membunuh dua buah hatinya agar aib mereka tak terbongkar. Namun, Herman kemudian membiarkan istrinya meninggal kehabisan darah saat melahirkan anaknya yang kedua.

Namun, keluarga berkeyakinan, Merry dibunuh oleh Herman dengan cara mencekiknya karena menolak bertanggung jawab atas kelahiran anak keduanya. "Kami yakin, Merry dibunuh oleh Herman dengan cara dicekik," katanya.

Ketiga jenazah itu dikuburkan mantan pastor ini di depan kamarnya di TOR Lela. Setelah 10 tahun, kasus ini terungkap, setelah Sofi, mantan kekasih Herman, membuka kasus ini dan melaporkan ke keluarga, sehingga dilakukan penggalian dan ditemukan tiga kerangka itu.

YOHANES SEO

Berita Terpopuler Lainnya

Pengakuan Kolega Maharani Suciyono: 60 Juta/Bulan!
Wawancara Mucikari Ayam Kampus
Tujuh Partai Bergabung dengan PAN

Isak Tangis Warnai Ulang Tahun Raffi Ahmad

Sebab Meteor Rusia Tak Terdeteksi

Anas : Pidato SBY Sudah Jelas Top


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X