indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Bom Meledak di Damaskus, 31 Tewas

Bom Meledak di Damaskus, 31 Tewas

Lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (21/2). REUTERS/Sana



TEMPO.CO, DAMASKUS—Sedikitnya 31 orang tewas setelah sebuah bom mobil meledak di distrik Mazraa, Damaskus, kemarin. Kelompok Observatori Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil, termasuk anak-anak. Adapun korban luka mencapai 70 orang.

Lokasi serangan kali ini terletak hanya beberapa meter dari kantor pusat Partai Baath, pimpinan Presiden Bashar al-Assad. Selain membakar 17 mobil dan merusak puluhan lainnya, ledakan juga merusak kaca gedung Kedutaan Rusia di Damaskus yang berlokasi 200 meter dari tempat kejadian.

“Gedung kedutaan rusak cukup parah. Seluruh kaca gedung pecah tapi tidak ada karyawan kedutaan yang terluka,” kata seorang diplomat Rusia yang menolak disebut namanya kepada kantor berita Itar-Tass.

Tayangan televisi pemerintah menunjukkan sedikitnya empat jasad tergeletak di jalan seusai ledakan. Seorang jurnalis televisi pemerintah menyaksikan tujuh kantong mayat berisi serpihan sejumlah jenazah. Ledakan itu juga dilaporkan membuat lubang sedalam 1,5 meter di jalan lokasi kejadian.

Sedangkan kantor berita Suriah, SANA, melaporkan korban jiwa termasuk sejumlah anak-anak yang tengah berada di sekolah.

Media pemerintah menuding serangan ini dilakukan teroris pemberontak. Seusai ledakan hebat tersebut, pasukan pemerintah Suriah menangkap seorang tersangka bom bunuh diri. Pria tersebut dilaporkan membawa lima bom di dalam mobilnya, dengan berat masing-masing bom sebesar 300 kilogram.

Insiden ini terjadi sehari setelah pasukan pemberontak menyerang Istana Kepresidenan.

Pusat kota Damaskus selama ini relatif aman dari hantaman perang selama dua tahun terakhir. Namun perlawanan terhadap Assad yang telah menewaskan 70ribu warga Suriah itu mulai merambah ibu kota sejak pasukan pemberontak berhasil menguasai sejumlah distrik di bagian timur dan selatan Damaskus dalam sebulan terakhir.

Kelompok pemberontak Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaidah mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan d lokasi tersebut.

Dari Kairo, kelompok oposisi Suriah menutup pintu perundingan dengan pemerintahan Assad. Namun komunike bersama Dewan Nasional Suriah menyatakan mereka meminta Assad segera keluar dari Suriah dengan damai untuk mengakhiri perang saudara selama dua tahun terakhir. “Mereka tetap harus bertanggung ajwab atas kejahatan kemanusiaan yang telah terjadi.”

L REUTERS | SANA | AP | CNN | SITA PLANASARI AQUADINI


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X