indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

La Nyalla Jadi Wakil Ketua Umum PSSI

La Nyalla Jadi Wakil Ketua Umum PSSI

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin dan Wakil Ketua La Nyalla Matalitti. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin mengangkat La Nyalla Mattalitti sebagai wakilnya. Hal ini dilakukan untuk menjalankan statuta baru, yang menyatakan bahwa anggota Komite Eksekutif PSSI menjadi 15 orang, terdiri dari satu ketua, dua wakil ketua, dan 12 anggota Komite Eksekutif.

Nama La Nyalla Mattalitti muncul sebagai usulan dari mayoritas peserta kongres luar biasa hari ini, 17 Maret 2013. “Tidak mungkin ketua umum tidak mengikuti keinginan mayoritas peserta kongres,” kata Djohar kepada wartawan seusai kongres di Hotel Borobudur, Jakarta.

Dengan demikian, sekarang Djohar memiliki dua wakil, yaitu Farid Rahman dan La Nyalla Mattalitti.

Selain mengangkat La Nyalla, Djohar juga mengangkat empat anggota Komite Eksekutif baru. Ini juga dilakukan untuk menjalankan statuta baru yang mengharuskan anggota Komite Eksekutif berjumlah 15 orang. Sebelum kongres, anggota Komite Eksekutif 11 orang.

Nama-nama yang diangkat hari ini pun juga atas usulan mayoritas peserta kongres. Keempat orang itu adalah Dzulfadli (pengurus Provinsi DI Yogyakarta), Djamal Aziz (anggota Komisi Olahraga DPR RI), La Syia (pengurus Persipura Jayapura), dan Hardi Hasan (pengurus Provinsi DKI Jakarta).

Sesuai keinginan Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), hari ini PSSI mengadakan kongres luar biasa. Kongres luar biasa ini diwarnai aksi walk out dari enam anggota Komite Eksekutif, yaitu Sihar Sitorus, Bob Hippy, Farid Rahman, Tuty Dau, Mawardi Nurdin, dan Widodo Santoso.

Selain itu, beberapa pengurus caretaker provinsi PSSI juga sempat memaksa masuk sehingga membuat kegaduhan di luar ruangan. Sekalipun diwarnai aksi walk out dan kericuhan, kongres akhirnya dinyatakan berhasil oleh wakil FIFA yang hadir saat itu, Costakis Koutsokoumnis.

GADI MAKITAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X