Koalisi Pendidikan Dukung Rayonisasi Sekolah

Koalisi Pendidikan Dukung Rayonisasi Sekolah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Pendidikan menyatakan rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan menerapkan kembali sistem rayonisasi sebagai ide menarik dan bisa diterapkan kembali.

"Itu ide yang menarik, saya suka ide itu. Itu seperti zaman ketika saya masih sekolah dulu," ujar Koordinator Koalisi Pendidikan, Lody Paat, kepada Tempo, Jumat, 22 Maret 2013. Rayonisasi adalah sekolah yang memiliki kuota khusus untuk siswa yang tinggal dekat sekolah.

Lody mengatakan, ide Ahok, sapaan akrab Basuki, itu menarik karena akan membuat distribusi siswa di sekolah merata. Tak akan ada lagi yang namanya jumlah siswa menumpuk di satu sekolah.

Selain itu, kata Lody, sistem ini akan membuat siswa lebih mudah sekolah, tak menghabiskan banyak uang. Kalau letak sekolah berjauhan, siswa akan cenderung mengeluarkan uang lebih banyak untuk ke sekolah.

"Hal itu juga akan memacu sekolah untuk meningkatkan kapasitas serta kualitasnya. Hal itu penting," ujar Lody.

Menurut Lody, peningkatan kualitas tiap sekolah penting sebelum sistem itu diberlakukan karena orientasi orang tua saat ini bukanlah menempatkan anak di sekolah yang dekat rumah, melainkan lebih kepada menempatkan siswa di sekolah favorit.

Apabila sekolah di dekat rumah tidak sesuai dengan preferensi, baik siswa maupun orang tua, kata Lody, orang tua enggan menempatkan anaknya di sekolah itu. Alhasil, sistem rayon yang dikembangkan tak akan berjalan.

"Sistem ini berpotensi menghapuskan yang namanya sekolah favorit dan non-favorit. Kualitas sekolah diratakan. Nah, tentu itu tak akan bisa berjalan apabila kualitas sekolah masih berbeda satu sama lain," ujar Lody, yang pernah mengajukan uji materi sekolah berbasis internasional di Mahkamah Konstitusi.

Kemarin, Ahok menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mewajibkan seluruh sekolah negeri di DKI Jakarta memenuhi kuota siswa lokal yang tinggal di sekitar sekolah tersebut. Jatah siswa di sekitar sekolah harus mencapai 45 persen dari total jumlah siswa. Ahok juga meminta pihak sekolah memprioritaskan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

ISTMAN MP

Berita Terpopuler:
Daftar Pasal Kontroversial di Rancangan KUHP

Buyung dan Rizal Ramli Ikut Minta SBY Turun

Adnan Buyung Mengusulkan Pemilu Dipercepat

Ahmadinejad Nyaris Tertembak Pengawal Presiden AS

Aksi 25 Maret Bukan Kudeta, tapi...

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X