Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Tak ada yang menyangka peristiwa saling pandang di Hugo's Café itu berakibat pada penusukan dan berakhir pada drama penyerbuan sebuah penjara. Korban tewas penusukan adalah anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso, 31 tahun. Korban tewas penyerbuan adalah Adrianus Candra Galaja, 24 tahun; Gameliel Yermiyanto (33); Yohanis Juan Manbait (37); dan Hendrik Sahetapy (38).

Peristiwa penusukan terjadi pada Selasa dinihari, 19 Maret 2013, di kafe yang terletak di kompleks Sheraton Mustika Resort Hotel, Jalan Adisutjipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Sleman. Penyerbuan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Empat korban penembakan di penjara itu merupakan tersangka penusukan.

Nona, istri Juan, mengatakan, pada malam penusukan itu, suaminya sedang bekerja sebagai petugas keamanan kafe. Juan menjalani pekerjaan itu karena dipecat sebagai anggota Kepolisian Daerah Yogyakarta lantaran tersangkut kasus narkoba satu bulan sebelumnya. “Dia juga menjadi satpam kalau ada konser musik,” ujarnya.

Wandy Marseli, pengacara empat tersangka, mengatakan, berdasarkan rekaman closed circuit television (CCTV) kafe yang diperlihatkan di Polda Yogyakarta dan keterangan sejumlah saksi, Hendrik saling berpandangan dengan Santoso. "Namun, saat hendak meninggalkan kafe, dia dihadang tiga teman korban (Santoso)," ujar Wandy, Minggu, 24 Maret 2013.

Penghadangan itu berakhir dengan pengeroyokan yang membuat Santoso tewas ditusuk di bagian dada. Menurut Wandy, polisi semestinya turut memproses hukum teman-teman Santoso karena dianggap memantik perkelahian. “Tadinya kami hendak mengajukan praperadilan,” ujarnya.

Sedangkan Nona mengatakan, dari cerita Juan, suaminya tak terlibat perkelahian maupun penusukan. Saat terjadi cekcok antara Hendrik dan Santoso, Juan justru hendak melerai.

Sejak peristiwa penusukan itu, Hugo's Cafe dipasangi garis polisi. “Tak ada kegiatan apa pun,” kata seorang karyawan Hotel Sheraton, Uki Sutanto. Kepala Polda Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, meminta pemerintah menutup dan mencabut izin kafe tersebut. Pasalnya, dalam tempo empat bulan, terjadi dua keributan yang mengakibatkan kematian. “Tak perlu dievaluasi, tutup saja," kata dia.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan, saat ini izin operasional Hugo's Cafe dibekukan.

SHINTA MAHARANI | PITO AGUSTIN RUDIANA | MUH SYAIFULLAH

Berita terpopuler:

Jokowi Lambungkan Elektabilitas PDI Perjuangan

Partai Demokrat Juara Partai Korup

Dahlan Iskan Calon Favorit Ketua Umum Demokrat

Korban Penipuan Internet, Manajer Hingga Profesor

Elektabilitas Demokrat Tinggal 4,3 Persen

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
tergolong sadis juga para preman ini, menikam dari belakang kemudian memukul hancur pakai botol minuman..semua ada dalam rekamannya wah..wah bagaimana kalo tidak terekam pasti bisa menyangkal atau beralibi...padahal dia tau dalam dialog awal bahwa mereka berdua dari "kandang menjangan" artinya intel dari kopassus.. bagaimana kalo rakyat biasa? dan sebelumnya juga ada yg dibunuh ditempat yg sama...wah wah..
20
10
iya betul juga, ngapain itu Kopasus ngeluyuaran di kafe? kalo ga ada kerja ya jgn keluyuran...! kl bosan jd aparat ya mengundurkan diri...! cari kerjaan lain kek yg kalo ngeluyur malam ga jd bahan sorotan... kl ada masalah kan aman... atau Jangan2 Kopasus sdh mau di ganti nama mnjadi komando Pasukan Khusus Kafe (Kopasuska)????
9
5
kopasus kog kluyuran di kafe, mau apa mereka ngak ada kerjaan..yo enakan ke angkringan to mas...minum wedang susu jahe...anget segeer...
0
2
Jadi menurut pengacaranya, ada 4 orang Kopassus mengeroyok 1 orang preman, dan Kopassus-nya yang mati? Aneh. Diberita mana-mana juga disebutkan kalo kelompok preman itu yang mengeroyok 1 orang anggota Kopassus-nya dan ditusuk pake pecahan botol minuman sampe mati. Pengacara pasti belain kliennya. Cek aja CCTV-nya Hugo's Cafe. Liat sapa yg bohong.
4
6
Namanya juga pengacara mana ada pengacara mau kalah meski tidak masuk akal ceritanya..yang penting kan uang bagi mereka...betul masa 4 orang kopassus mengeroyok 1 orang preman yang mati kopassus ga masuk akal lah...itu cerita pengacara..lho ga usah di bekukan...ditutup saja...kan sudah jelas kata Kapolda juga bukan tempat hiburan tapi tempat pembantaian ...TUTUP saja..
Selanjutnya
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X