Dinosaurus Musnah Akibat Komet

Dinosaurus Musnah Akibat Komet

Foto yang dirilis Nasa memperlihatkan Komet Lovejoy melintas dekat atmosfer bumi. mirror.co.uk/Nasa

TEMPO.CO, Woodlands-Komet, bukan asteroid, menjadi penyebab kepunahan dinosaurus. Obyek harus menghantam bumi dengan cepat supaya menimbulkan kemusnahan massal.


Kawah Chicxulub selebar 180 kilometer di Semenanjung Yucatan, Meksiko menjadi jejak tabrakan dahsyat yang terjadi 65 juta tahun lalu. Di tepian kawah ini, mengendap iridium. Bak kaca yang terserak di jalanan setelah kecelakaan lalu lintas, iridium merupakan bukti yang dicari peneliti tabrakan.


Iridium berada di lapisan Cretaceous-Paleogene (K-Pg) yang tercipta bersamaan dengan waktu tabrakan. Tebal lapisan kaya iridium ini akan menentukan kekuatan tabrakan. Perhitungan yang dilakukan ilmuwan menunjukkan, material yang terkandung di dalam asteroid tak cukup meninggalkan lapisan tebal seperti pada K-Pg.


"Tabrakan besar bisa dihasilkan komet," ujar peneliti ilmu kebumian Darthmouth College, Amerika Serikat, J.R. Moore dalam makalah ilmiah yang disampaikan pada Lunar and Planetary Science Conference di Woodlands, Texas.


Perhitungan yang mereka lakukan menunjukkan, komet--es besar yang melayang di luar angkasa--penabrak berdiameter maksimal 15 kilometer. Efek tabrakan yang dahsyat dihasilkan oleh kecepatan komet yang meluncur hingga 32 kilometer per detik. Asteroid yang jatuh biasanya jatuh ke bumi pada kecepatan 17 kilometer per detik, sementara komet tercepat bisa bergerak hingga 72 kilometer per detik.


Seakan tak cukup dengan perhitungan kecepatan, Moore menyodorkan bukti tambahan. Kali ini berasal dari kandungan osmium yang lebih rendah pada lapisan K-Pg. Rendahnya kadar unsur dengan nomor atom 76 ini menunjukkan kecilnya ukuran obyek penabrak.


Gagasan komet penghancur hanya berselang satu bulan setelah peneliti lain mengusulkan asteroid ganda sebagai penyebab musnahnya dinosaurus. Simulasi komputer yang dilakukan peneliti dari Department of Earth Sciences and Engineering, Imperial College London, Katarina Miljkovic, menunjukkan dua asteroid 7 dan 10 kilometer bisa meninggalkan cekungan sebesar 180 kilometer jika menabrak bumi.


Penelitian menunjukkan 15 persen dari populasi asteroid merupakan asteroid berpasangan. Meski berjumlah cukup besar, hanya 2-4 persen kawah di Mars dan bumi yang berbentuk dua cekungan. Selisih sebesar 10 persen ini, menurut Miljkovic, disebabkan kawah hasil tabrakan menyatu membentuk kawah tunggal. Cekungan Chicxulub di lepas pantai Meksiko termasuk kelompok kawah jenis ini. Ketika menabrak bumi, asteroid ganda yang terpisah 80 kilometer ini jatuh membentuk sebuah kawah tunggal yang memusnahkan dinosaurus.


PHYSORG | ANTON WILLIAM

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Kok cuma dino saja yang punah trus manusia gimana blon ada? Kalo ada nggak ikut musnah
Wajib Baca!
X