indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

TNI Didesak Buka Identitas Penyerbu Lapas Cebongan

TNI Didesak Buka Identitas Penyerbu Lapas Cebongan

Tangisan keluarga saat menjemput peti jenazah berisi korban penyerangan LP Cebongan. TEMPO/Jhon Seo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Keluarga korban penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, meminta tim investigasi TNI Angkatan Darat mengumumkan identitas lengkap penyerang.

Nona Etik, keluarga salah satu korban penembakan di Lapas Cebongan, Yohanes Juan Manbait, menghargai hasil investigasi TNI AD. Tapi dia belum puas sebelum tim TNI AD mengungkap identitas 11 pelaku, termasuk U, sang eksekutor. “Nama pelaku harus diumumkan secara terbuka kepada masyarakat,” kata dia kepada Tempo, Jumat, 5 April 2013.

Nona berharap seluruh pelaku penembakan mendapat hukuman sepantasnya. Pelaku hendaknya menjalani sidang pengadilan umum, bukan militer. “Eksekutor harus dihukum seadil-adilnya karena keluarga saya diperlakukan seperti binatang. Saya masih ingat jenazahnya,” katanya.

Dia menambahkan tim TNI AD juga perlu menelusuri lebih mendalam tentang rencana penyerangan, yang diduga telah diketahui sebelum eksekusi. “Kamis sore (21 Maret 2013), Bang Jo (Yohanes Juan) sudah merasa akan ada penyerangan,” katanya.

Sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Kepala Staf TNI AD menindak tegas Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Hardiono Sarojo karena membantah anggota Koppasus terlibat dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman sebelum penyelidikan kasus. “Pangdam patut ditindak karena belum apa-apa sudah sebut Kopassus tidak terlibat,” kata sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa NTT, Daniel Dama Ledo.

Ketua Paguyuban Flores, Sumba Timor, Alor (Flobamora) Yogyakarta, Hillarius Mero berharap ada upaya untuk menggali motif penembakan dan proses hukum terhadap pelaku pasca-pengumuman hasil investigasi. Fakta-fakta di lapangan juga harus diungkap. “Fakta itu untuk menunjukkan apakah penyerangan itu sistematis,” katanya.

Sebelas orang menyerbu penjara Cebongan dengan menggunakan senjata laras panjang, pistol, dan granat, Sabtu dini hari, 23 Maret 2013. Penyerang menembak mati empat orang tahanan titipan Kepolisian Daerah Yogyakarta yang merupakan tersangka penusukan anggota Kopassus Karangmenjangan, Jawa Tengah. Keempatnya adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi.

SHINTA MAHARANI

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS || Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman|| Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas


Baca juga:
Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK

Wawancara Abraham Samad, Janji Lebih Galak

Anis Matta: Cita-cita PKS Sama dengan Walisongo

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
mari kita dukung kopassus. Basmi preman http://www.facebook.com/bravo.kopassus.7. Tolong sebarkan alamat ini.
0
0
http://news.okezone.com/read/2013/04/06/337/787413/tni-polri-jangan-rebutan-bekingi-bisnis-haram
Wajib Baca!
X