indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mahasiswa Gayo Tolak Bendera GAM

Mahasiswa Gayo Tolak Bendera GAM

Bendera Aceh berlambang bulan sabit. ANTARA/Ampelsa

TEMPO.CO, Lhokseumawe - Aksi penolakan terhadap Qanun nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh semakin meluas. Kali ini lima organisasi mahasiswa Gayo Lues melakukan pawai bendera merah putih dipusat kabupaten Gayo Lues, Senin 8 April 2013. Bendera Aceh itu bukan aspirasi masyarakat tetapi aspirasi kelompok.

Pesera pawai Merah putih untuk menolak Qanun Bendera yang disahkan DPR Aceh tersebut berjumlah 250 orang mahasiswa, mereka terdiri dari 5 organisasi mahasiswa masing-masing Kerawang Gayo, Mahasiswa Gayo Lues Kutacane. Mahasiswa Gayo Lues Takengon, Gerakan Mahasiswa nasional dan Ikatan mahasiswa Linge. Pawai keliling kota dengan membawa Bendera merah putih mengunakan berbagai kendaraan, roda dua bus dan mobil bak terbuka, setelah berkumpul dibalai Balai Musayara, massa memutar Kota Gayo Lues dan berakhir di bundaran Tugu untuk berorasi.

Koordinator Pawai, Abubakar Sidik menyebutkan Pawai dilakukan untuk menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan bendera tersebut, karena bendera tersebut adalah aspirasi kelompok bukan aspirasi masyarakat Aceh. "Pemerintah Aceh seharusnya fokus terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh secara keseluruhan, bukan menimbulkan qanun-qanun yang aneh-aneh, dan tidak ada pengaruh tentang upaya peningkatan kesejahteraan Rakyat Aceh, kami butuh Kesejahteraan, bukan Bendera Aceh," tegas Abu Bakar Sidik.

Dalam orasi tersebut Abu Bakar Sidik juga meminta Presiden Republik Indonesia untuk tegas dan membatalkan Qanun nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh yang merupakan bendera dan simbul gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Mantan Panglima GAM Gayo Lues, Tengku Jafar Ama Uwe yang juga sebagai anggota DPRK dari Partai Aceh menyebutkan dirinya tidak merasa gentar dengan demo tersebut. Menurutnya, MoU Helsinki sudah jelas menyebutkan Aceh memilki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera lambang dan himne dan boleh memilki seorang wali Nanggroe.

Kapolres Gayo Lues AKBP Sofyan Tanjung menyebutan pihaknya melakukan pengaman dengan melibatkan 100 personil, aksi pawai bendera yang di lakukan oleh para mahasiswa berjalan aman. "Tidak ada perbuatan anarkis," Ujar Sofyan Tanjung.

IMRAN MA

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
jika memang bendera aceh adalah keinginan seluruh masyarakat aceh, maka tidak akan ada penolakan seperti ini...penolakan ini juga bukti perpecahan warga aceh dan terusiknya kedamaian yang selama ini ada di aceh..kapan aceh akan membangun derahnya kalo terus ricuh seperti ini..
0
0
Kabarnya bendera NII Aceh pimpinan T Daud Berueh berwarna dasar hijau krn berazaz Islam,bukan merah spt bendera exGAM yg bau sosialis krn pengaruh faham negara2 skandinavia yg sosialis tempat tinggaldan warga negara petinggi GAM juga pengaruh Khadafi yg banyak membantu
0
0
Di Aceh bukan hanya etnik Aceh, ttp banyak etnik pribumi lainnya. Dan mereka sejak awal mendukung NKRI. Pem pusat dlm menyiapkan perj. Helsinki sama sekali tidak melibatkan etnik pribumi non Aceh. Pusat tertipu, atau ceroboh, karena mengindetikkan Ace = etnik Aceh.
Wajib Baca!
X