Dahlan Iskan Akan Bentuk BUMN Khusus Outsourcing

Dahlan Iskan Akan Bentuk BUMN Khusus Outsourcing

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengikuti Rapat Kerja, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/4). Menteri BUMN Dahlan Iskan hadir guna membahas sejumlah agenda di antaranya kalkulasi aset BUMN, nasib tenaga kerja kontrak perusahaan BUMN dan rencana penggabungan sejumlah BUMN dalam satu holding untuk mempermudah sistem kerja dan koordinasi. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya ide untuk mengatasi masalah tenaga outsourcing di lingkungan perusahaan pelat merah. Dia berencana membentuk anak usaha BUMN yang khusus menampung para pekerja outsourcing di lingkungan BUMN.

"Ini ide yang sedang kami pikirkan. Nanti akan dibicarakan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi," kata Dahlan dalam rapat kerja dengan Komisi Tenaga Kerja DPR, Rabu, 10 April 2013. Ide ini, menurut dia, diharapkan dapat memutus penggunaan tenaga alih daya di sejumlah BUMN.

Sesuai Peratuan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, penggunaan tenaga alih daya hanya diperbolehkan untuk beberapa posisi saja, seperti cleaning service dan petugas keamanan. Di lain pihak, saat ini masih banyak BUMN yang mempekerjakan tenaga alih daya untuk pekerjaan utama. Misalnya, penggunaan tenaga alih daya untuk petugas pencatat meteran listrik di Perusahaan Listrik Negara.

Bila BUMN khusus outsourcing jadi dibentuk, Dahlan menyatakan semua karyawan yang kini bekerja sebagai tenaga alih daya di BUMN akan ditarik dan ditampung di sana. Mereka akan diangkat menjadi pegawai tetap. Pembagian tugas dan pengorganisasian kerja dengan perusahaan lama akan ditangani oleh BUMN khusus ini.

Dahlan berharap pengangkatan tenaga alih daya menjadi pegawai tetap akan meningkatkan kinerja BUMN. "Kalau dia sudah tetap, ada karier, dan penghargaan, tentu kinerjanya akan lebih optimal."

Meski begitu, Dahlan mengakui ide pembuatan anak usaha khusus outsourcing ini tak mudah dilaksanakan. Salah satu kendalanya adalah besarnya jumlah BUMN yang ada, yakni mencapai 141 perusahaan.

Setiap perusahaan pelat merah ini pun memiliki kebutuhan tenaga kerja yang beragam. Dia mengatakan akan mendiskusikan lagi rencana ini dengan lebih spesifik bersama Menakertrans, Muhaimin Iskandar.

IRA GUSLINA SUFA

Topik terpopuler:
Sprindik KPK
| Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

Berita lainnya:
Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono 

Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

Pembalap Asep Hendro Pekerjakan Pemuda Garut 

Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
1
BUMN se-kelas Semen Gresik yang sekarang menjadi PT. Semen Indonesia dengan omset Milliaran dan sudah expansi ke Vietnam -pun juga menjadi "Budak Outsourcing", Direktur Utama sudah terlalu tua untuk memikirkan karyawan outsourcing yang notabene karyawan outsourcing di Semen Indonesia banyak menangani "pekerjaan kunci" tapi pada akhirnya jg bayaran/kesejahteraan/tunjangan/kesehatan/lain2-nya kalah dengan karyawan tetap yg kerjaanya "hanya rapat" ... Dan menikmati bonus 7X gaji (Bonus karyawan Semen Indonesia per akhir bulan Mei 2013). Padahal, pemerintah sudah menetapkan hanya ada lima pekerjaan yang boleh di-outsourcing "Satpam, clening servis, jasa pertambangan, transportasi dan katering. Namun, di luar itu masih banyak yang outsourcing dan bahkan ada yang dikontrak bertahun-tahun. Dahlan Iskan tak patas lagi memimpin BUMN, dia harus mundur," ujar Rianto di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta, Senin (4/3/2013). PT. Semen Indonesia Harus "Diteriyaki menteri BUMN" dulu untuk mengangkat karyawan outsourcing menjadi karyawan tetap. Saya setuju dg pernyataan Pak Dahlan yg mengatakan bahwa nantinya perusahaan BUMN harus mempunyai sistem yang akan mengeliminasi jika ada karyawan yang tidak produktif tetapi gajinya besar. "Ini penyebab timbulnya rasa ketidakadilan" kata Dahlan. Naaah Looooh >>>> Nunggu di Demo publik atau di cibir publik? "Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah harus diangkat karyawan. Jangan di-outsourcing terus-meneruslah kasihan," ujar Presiden Aspek Indonesia, Jaya Santosa.
0
0
anak perusahan intinya wajib PWT jadikan PWTT gajinya sesai peraturan PWTT kalau tdk percuma demo akan melanda terus!
0
1
BUMN hasil trinyunan pekerjanya hidup banyak yang pas-pasan ya itu outsoursing /budak modern padahal banyak kerja di inti.
0
0
klw bleh ya pak BUMN itu harus segera direalisasikan..,jgn cuma ide/wacana doang.krn ptugas outsourcing pasti gk optimal kerja tnpa ada jenjang karier.krn prinsip mereka""wlaupun gimana bagus & jeleknya kinerja Perusahaan,kami cuma trima gaji yg pas pasan"".. jd tolong pak lihat kesenjangan sosial yg ada dilingkungan BUMN,,sama sperti tuuh manusia,,yg paling vital adalah kepala.,tp tanpa kaki kepala itu tak brrtii.. Horaaasssss PLN Wil-Sumut
0
6
Acung jempol untuk ide Pak Dahlan, mohon ditindak lanjut dengan serius permasalahan pekerja outsourcing di lingkungan BUMN terutama saya yang bekerja sebagai outsourcing di PT Pertamina (Persero) Region I Medan lebih dari 14 tahun yang tidak jelas status dan masa depan.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X