Rexy Puas dengan Hasil Kejuaraan Bulu Tangkis Asia

Rexy Puas dengan Hasil Kejuaraan Bulu Tangkis Asia

Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Debby Susanto (kanan) dan Muhammad Rijal mengembalikan bola ke arah lawan, pebulutangkis ganda campuran tim Asia All-stars asal India,Tarun Kona dan Ashwini Ponnappa pada kejuaraan bulu tangkis antar negara "Axiata Cup 2013" di DBL Arena, Surabaya, Jatim, Minggu (24/3). ANTARA/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sekalipun tak ada wakil Indonesia di babak final, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Rexy Mainaky mengaku cukup puas dengan hasil yang dicapai para pemain pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2013 yang berlangsung pekan lalu di Taipei, Taiwan. "Pemain muda kita menunjukkan hasil yang cukup bagus," kata Rexy saat dihubungi Tempo, Ahad, 21 April 2013.


Rexy mengapresiasi pencapaian pemain-pemain muda Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Dengan bisa menembus semifinal, kata Rexy, pemain-pemain muda itu telah menunjukkan kenaikan prestasi.


Pasangan ganda putri Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah, Rexy mencontohkan, bisa mencapai semifinal. Dalam perjalanan menembus semifinal itu, di babak pertama, Gebby/Tiara berhasil mengalahkan pasangan unggulan kedelapan asal Thailand, Narissapat Lam/Saralee Thoungthongkam. Gebby/Tiara tak berhasil menembus semifinal lantaran ditaklukan oleh unggulan kelima asal Cina, Jin Ma/Jinhua Tang, 21-14, 21-10.

Selain pencapaian Gebby/Tiara, Rexy juga mengapresiasi pencapaian pemain tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito yang bisa mengalahkan unggulan keempatbelas asal Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk di babak kedua. "Pemain muda bisa mengalahkan pemain yang berada satu level di atasnya, itu bagus," ujar Rexy. Langkah Shesar terhenti di babak ketiga setelah dikalahkan pemain Cina, Wang Zhengming, 21-15, 21-16.

Harapan Indonesia memiliki wakil di final juga kandas setelah unggulan kelima ganda campuran Indonesia, Fran Kurniawan/Shendy Puspita Irawati dikalahkan pasangan bukan unggulan asal Korea Selatan, Sung Hyun Ko/Ha Na Kim, di semifinal. Juara Turnamen Grand Prix Gold India 2012 ini menyerah dua set langsung, 21-23, 15-21.

Rexy mengatakan, hasil di Taiwan itu merupakan hasil yang realistis mengingat pemain-pemain yang diturunkan bukan pemain lapis utama. "Kami akan memperbanyak jam terbang pemain-pemain muda," ujarnya.

Menurut juara Olimpiade 1996 ini, Cina sudah lebih dulu memulai menunjukkan keberhasilan regenerasi pemain saat Houwei Tian, pemain muda yang saat ini masih di peringkat 116 dunia, berhasil menjuarai nomor tunggal putra di turnamen Australia Terbuka awal April lalu. "Jadi proses regenerasi kita harus terus dilanjutkan," kata Rexy.

GADI MAKITAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X