Istana Pertanyakan Berita Islamisasi Papua

Istana Pertanyakan Berita Islamisasi Papua

Juru bicara Deplu Teuku Faizasyah memberikan keterangan kepada wartawan mengenai rencana kedatangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Jakarta,(13/2). Hillary Clinton akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 18-19 Februari 2008. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah menyatakan, pemerintah meragukan sumber dan isi artikel Sydney Morning Herald mengenai program Islamisasi terhadap anak-anak di Papua.

Media massa terbesar di Australia tersebut menuding pemerintah mengirimkan anak-anak Papua ke Jawa untuk disekolahkan di pesantren-pesantren dan menjadi muslim. "Tidak diketahui sumber yang digunakan Sydney Morning Herald, juga apakah artikel tersebut credible," kata Faizasyah melalui pesan singkat kepada Tempo, Senin, 6 Mei 2013.

Sydney juga menyamakan nasib Papua Barat dengan perlakuan pemerintah Australia terhadap suku Aborigin. Kebijakan pemerintah Australia pada 1910-1971, mengambil dan mengirim sekitar 100 ribu anak suku Aborigin untuk dididik berdasarkan budaya Eropa atau Barat. Atas kejadian ini, Pemerintah Australia kemudian meminta maaf pada "generasi yang hilang" tersebut sejak pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd.

Isu antara Indonesia dengan negara lain tentang Papua mencuat kembali sejak pembukaan kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka di Oxford, Inggris pada 28 April 2013. Meski Pemerintah Inggris kemudian mengklaim peresmian kantor OPM bukan cermin kebijakannya, tetapi aktivitas politik kelompok separatis tersebut dengan dukungan beberapa kelompok negara lain mulai terasa dan nampak jelas.

FRANSISCO ROSARIANS

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
14
11
Mempertaanyakan? Jangan hanya duduk saja di istana baru ko mempertanyakan! Datang trus lihat sendiri! Sy tidak ada masalah dengan agama, tetapi aneh ketika orang itu sudah beragama tapi datang manusia lain yg asal bawa sj anak2 dr Papua, khususnya wilayah Wamena, dari kampung Walesi dan sekitarnya trus kirim ke pesantren di sekitar Jawa untuk belajar agama. Yg lebih buruk lagi, datang uztad2 dr Jawa untuk jualan agama sekaligus jualan barang dagangan lainnya (HP, minyak tanah, dll), jualan sj tdk aPa2, ini klo masy tdk ada uang disuruh ambil sj asal masuk agama islam. Helllooo, kami ini sudah beragama pak/buk... ckckck... Jangan manfaatkan kemiskinan dan kebodohan masy kami. Sy heran krn kalian bgitu ngotot unk kuantitas, padahal kualitas manusianya sangat buruk, bobrok dan menjijikan. salah satu buktinya, cek agama dr para koruptor & teroris di republik ini? Kami di Papua tdk ada masalah dengan agama, kami hidup rukun satu sama lain, jd jangan bawa kalian punya kebiasaaan buruk itu kesini!!! Sy pesimis masalah ini bs diakui oleh republik ini, yg jelas2 seperti kasus GKI Yasmin dan gereja2 lain sj tidak ada selesai2nya. Sy heran dengan manusia indo/islam yg selalu ada sentimen agama. 1 bukti bangsa ini belum dewasa, sepertinya tdk akan pernah dewasa tetapi pasti akan mati!!!
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X