Polisi Papua Pemilik Rekening Gendut Diperiksa

Polisi Papua Pemilik Rekening Gendut Diperiksa

Petugas Brimob Polri saat istirahat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia,Thamrin, Jakarta, Senin (25/3). Penjagaan tersebut dilakukan terkait isu kudeta yang akan digelar oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jayapura - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Polisi Paulus Waterpauw, mengatakan, pihaknya telah memeriksa Aiptu Labora Sitorous, anggota Polres Sorong, Papua Barat, terkait keterlibatannya dalam sejumlah kasus ilegal serta kepemilikan rekening hingga ratusan miliar.

"Sudah dipanggil. Semua ini mengedepankan asas hukum. Jadi, kalau memang benar terbukti, ya pasti diproses lanjut. Tidak mungkin dibiarkan," kata dia, Senin, 13 Mei 2013.

Paulus mengatakan, polisi tak pernah membuka celah bagi anggotanya berbuat nakal, termasuk berbisnis yang merugikan. "Saya sudah mendapat informasi bahwa dia diperiksa, hanya ini masih dalam tahap penyelidikan. Yang bersangkutan belum dikenakan pasal atau menjadi tersangka," ujarnya.

Kepolisian, kata dia, tidak akan membiarkan jika Aiptu Labora Sitorus terbukti menggunakan kewenangannya untuk tindakan melanggar hukum. "Yang bersangkutan belum ditahan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Setelah itu, baru dilihat apakah ditahan atau tidak," katanya.

Aiptu Labora Sitorous diduga terlibat dalam bisnis haram pengolahan kayu ilegal di Sorong, Papua Barat. Sumber Tempo mengatakan, Sitorus juga ikut "bermain" BBM ilegal. "Itu beritanya sudah di mana-mana, kemarin kayu yang ditangkap itu kan punya dia, begitu juga soal BBM," kata H, informan Tempo di Sorong.

Menurut dia, kabar soal Sitorus diketahui banyak orang. "Karena dia satu-satunya yang punya pulau di Raja Ampat, orang semua tahu itu. Mungkin saja karena bisnisnya, dia akhirnya punya uang banyak," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Sitorus belum bisa dihubungi. "Agak susah memang, tidak banyak orang yang pernah ke rumahnya untuk berbicara dengan dia," sumber Tempo menambahkan.

JERRY OMONA

Baca Berita Populer Lainnya:
Ahmad Fathanah Minta Sefti Tak Meninggalkannya

Pengamat Hukum: PKS Tidak Salah

Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair

Menikah, Sefti Tak Tahu Fathanah Dibui 5 Tahun

Tri Kurnia, Istri Fathanah, Pernah Juara Sinetron


 






 


 


 






 




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X