indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pemilihan Bupati Kudus Diwarnai Politik Uang

Pemilihan Bupati Kudus Diwarnai Politik Uang

ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Kudus - Pelaksanaan pemilihan Bupati Kudus yang dilangsungkan bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada hari ini diwarnai politik uang. Sejumlah tim sukses dari lima pasangan calon, sehari menjelang pemungutan suara, diduga secara masif membagi-bagikan uang kepada calon pemilih. Besar uang yang dibagikan bergantung pada ketokohan calon pemilih, sekitar Rp 15 ribu-Rp 50 ribu untuk tiap pemilih.

"Dari tim sukses pasangan Tamzil-Asrofi, saya dapat uang dalam amplop Rp 20 ribu," kata Darsi, warga Nganguk, Kota Kudus, yang diminta menusuk pasangan Tamzil-Asrofi, Minggu, 26 Mei 2013. Hal sama juga dilakukan tim sukses pasangan inkumben bupati Musthofa-Abdul Hamid. Menurut Supar, warga Kota Kudus, tim sukses Musthofa-Abdul Hamid membagi uang Rp 30 ribu kepada tiap pemilih. "Saya dapat tiga amplop karena dalam satu rumah ada tiga pemilih," kata Supar.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Kaliwungu. Para tim sukses Musthofa-Abdul Hamid membagikan uang Rp 30 ribu untuk tiap pemilih. "Dalam satu keluarga terdapat empat orang yang punya hak pilih, semuanya dapat," kata Rahadi, warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Tim sukses membagikan uang tanpa rasa takut kalau tindakan mereka melanggar aturan pemilu.

Tim sukses calon inkumben bupati Musthofa mendatangi rumah-rumah warga selama masa tenang, dengan melibatkan sebagian pegawai negeri sipil. "Mereka meminta agar dalam pilgub memilih pasangan calon inkumben bupati," kata Soleh, warga Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus. Saat warga mendatangi TPS, tim sukses berada di pintu masuk lokasi dengan memberikan arahan calon yang bakal dicoblos. Pengerahan pegawai kebanyakan berasal dari para guru serta pegawai kabupaten dan kecamatan.

"Saya dapat amanah dari atasan kami untuk kemenangan bupati inkumben," kata seorang guru SMP Negeri Gebog, Kudus, yang juga pendukung inkumben Musthofa-Hamid. "Saya ditarget dari atasan harus bisa cari dukungan sedikitnya 100 suara," katanya.

Adanya politik uang ini diakui Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kudus Bati Susianto. "Saya menangkap sendiri, tapi tidak dapat kami proses sesuai aturan," kata Bati Susianto, yang juga memotret pelakunya, warga asal Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, ketika pencoblosan.

Uang yang dibagikan kepada sasaran pemilih, kata Bati, sebanyak Rp 15 ribu per orang. "Tapi pelanggaran itu tidak jadi diproses karena uang itu sebagai pengganti beli bensin saat kampanye," kata Bati Susianto. Pelanggaran lain juga berhasil ditangkap Ketua Panwaslu, tapi tidak diproses secara hukum. Pelanggaran itu berupa penggiringan calon pemilih untuk salah satu calon ketika mereka tiba di pintu lokasi pencoblosan. Kejadian itu ditemukan Panwaslu Kudus di TPS 1 dan 2, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. "Kami tidak memprosesnya karena tidak ada aturannya," kata Bati Susianto.

Menurut Bati, selama masa kampanye, pihaknya telah memproses sembilan pelanggaran yang melibatkan antara lain tiga PNS dan tiga kepala desa dalam kampanye yang mengikutsertakan anak-anak. "Semua sudah kami panggil dan kami peringatkan saja," kata Bati. Menurut catatan Panwaslu, semua pelanggaran itu dilakukan pendukung inkumben bupati Musthofa-Abdul Hamid.

Pemilihan Bupati Kudus diikuti oleh lima pasangan calon, yakni Tamzil-Asyrofi (Demokrat, PKNU, PKB), Badri Utomo-Sofyan Hadi (Hanura, PDK, dan sejumlah partai politik), Erdi-Anang Fahmi (perseorangan), inkumben bupati Musthofa-Abdul Hamid (PDIP), dan inkumben wakil bupati Budiyono-Sakiran (Golkar dan partai politik lain). Hak pilih di Kudus, baik untuk pilkada gubernur maupun pilkada bupati, tercatat sekitar 600.448. Total ada 1.394 TPS. Penghitungan suara di tiap-tiap TPS dimulai pukul 13.00.

BANDELAN AMARUDDIN


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X