Aditya Juara Sirkuit Nasional Tenis 2013

Aditya Juara Sirkuit Nasional Tenis 2013

Tim Piala Davis Indonesia dari kiri-kanan, Wisnu Adi Nugroho, David Agung Susanto, Christopher Rungkat, Aditya Hari Sasongko. ANTARA/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta-Petenis, Aditya Hari Sasongko, menjuarai Sirkuit Nasional Tenis 2013 Seri I. Ia mengalahkan juara Pekan Olahraga Nasional (PON), Wisnu Adi Nugroho, 6-2, 6-3 di Lapangan Tenis Kemayoran, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2013.


"Saya dalam kondisi siap," kata Aditya yang pernah membela tim Piala Davis Indonesia tahun lalu, usai pertandingan. Ia mengatakan telah berlatih dengan baik sebelum turnamen.


Aditya mengatakan, perjuangan mendapatkan poin-poin kecil sebenarnya agak alot. Namun, kata dia, Wisnu banyak melakukan kesalahan. Atas kemenangannya ini, petenis yang pernah berada di peringkat 1102 dunia ini berhak mendapatkan akumulasi hadiah uang sebesar Rp 11.676.000.


Sementara, di nomor ganda, pasangan M. Faisal/Agung Bagus, menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Bangun/Indra di final, 4-6, 6-4, 10-7. Mereka berdua berhak mendapatkan akumulasi hadiah uang sebesar Rp 5.024.000.


Baik Aditya, Faisal, maupun Bagus, senang dengan adanya Sirkuit Nasional ini. “Kami lebih semangat berlatih,” ujar Aditya. Saat ini, Aditya sedang menjalani kuliah di Universitas Janabadra, Yogyakarta. “Sambil belajar menjadi pelatih,” ujar peraih medali emas beregu SEA Games 2011 ini. Ia juga mendampingi beberapa petenis junior dari Bantul, Yogyakarta.


Sirkuit Nasional Tenis 2013 seri I diadakan pada 20-26 Mei 2013 di Lapangan Tenis Kemayoran, Jakarta. Menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Atlet Junior Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Aga Soemarno, seri I ini diikuti oleh sekitar 100 peserta.


Sedangkan Sirkuit Nasional seri II akan diadakan pada 27 Mei-3 Juni 2013. Aga mengatakan, PP Pelti berencana mengadakan enam seri Sirkuit Nasional.


Adapun tujuan diadakannya sirkuit nasional ini, kata Aga, adalah memberikan sarana transisi kepada mantan petenis junior untuk memasuki karir seniornya. Dalam turnamen ini, petenis junior juga bisa mengasah kemampuannya dengan bertanding melawan petenis yang lebih senior.


GADI MAKITAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X