John Kei Minta Diizinkan Melayat Jenazah Adiknya

John Kei Minta Diizinkan Melayat Jenazah Adiknya

John Kei menemui wartawan usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/12). TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung, John Refra Kei, meminta Rumah Tahanan Salemba mengizinkan dirinya keluar dari tahanan untuk melayat jenazah adiknya, Tito Kei, yang tewas ditembak orang tidak dikenal, Jumat malam, 31 Mei 2013.

"Sudah kami sampaikan surat permohonannya, tapi belum ada jawaban," kata kuasa hukum John Kei, Indra Sahnun Lubis, kepada Tempo, Sabtu, 1 Juni 2013.

Indra berharap Kepala Rutan Salemba segera mengizinkan kliennya ke luar rumah tahanan. Sebab, dirinya tidak mengetahui pasti kapan Tito akan dimakamkan. "Belum tahu pemakamannya, bisa besok atau lusa, tapi semoga John Kei bisa segera keluar sebentar untuk datang ke rumah duka," ujar dia.

Tito Kei tewas ditembak orang tidak kenal di sekitar rumahnya, di Perumahan Titian Indah, Bekasi, malam tadi, sekitar pukul 20.00 WIB. Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, saat kejadian, Tito sedang bermain kartu bersama lima rekannya.

Kemudian, sekitar pukul 20.00, datang seorang pria berjaket dan memakai helm yang langsung menembaknya. Adik sekaligus pengacara John Kei ini langsung tewas di Rumah Sakit Ananda, Bekasi.

AFRILIA SURYANIS

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X