Harga Daging Tinggi, Pemerintah Tinjau Harga Sapi

Harga Daging Tinggi, Pemerintah Tinjau Harga Sapi

Dalam rangka mengawasi stok daging untuk kebutuhan puasa dan Idul Fitri, Menteri Pertanian Suswono meninjau sebuah sentra pembibitan sapi di Baros, Serang (28/5). ANTARA/Asep Fathulrahman

TEMPO.CO, Jakarta -Harga daging sapi di tingkat konsumen yang bertahan tinggi membuat pemerintah mulai memperhitungkan harga sapi di tingkat peternak. Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah sedang membahas harga ideal sapi hidup per kilogram.

"Sekarang dengan Rp 36.000 per kilogram bobot hidup rasanya terlalu tinggi. Kami sedang hitung agar bagi konsumen juga tidak terlalu berat, sudah ada diskusi dengan SMD (sarjana masuk desa)," kata Suswono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 3 Juni 2013.

Suswono mencontohkan di Nusa Tenggara Timur, peternak mendapatkan harga Rp 24.000 per kilogram bobot hidup sapi. Dengan tingkat harga ini, Suswono menyatakan peternak sudah mendapatkan keuntungan. "Asal jangan sampai Rp 16.000 per kilogram (bobot hidup), peternak bisa menjerit," katanya.

Selain menghitung harga ideal sapi dari peternak, pemerintah juga akan menambah impor daging, salah satunya lewat Perum Bulog. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan Perum Bulog akan melakukan impor dalam bentuk karkas.

Syukur menambahkan untuk pelaksanaan impor ini Bulog harus mendapat penugasan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah itu Bulog akan menjadi Importir Terdaftar di Kementerian Perdagangan.

Setelah perizinan-perizinan ini, barulah Bulog mengajukan usulan impor jenis karkas ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan rekomendasi pemasukan. Nantinya Bulog akan melakukan operasi pasar agar harga daging sapi yang saat ini masih berada di kisaran Rp 90.000 per kilogram bisa turun ke kisaran Rp 76.000 per kilogram hingga Rp 80.000 per kilogram.

"Tetapi operasi pasar oleh Bulog ini hanya untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya saja," kata Suswono ketika ditemui di tempat yang sama.

Selain menambah pasokan daging lewat operasi pasar oleh Bulog, pemerintah juga mempercepat masuknya sapi bakalan untuk menjamin pasokan daging sapi di dalam negeri. Syukur mengatakan sapi bakalan yang seharusnya masuk pada Juli, Agustus dan September akan diimpor mulai Juni hingga Agustus.

Pada 2013, pemerintah mengizinkan impor sapi bakalan setara 48.000 ton daging yang kuota impornya dibagi 12.000 ton per kuartal. Dengan percepatan impor sapi bakalan yang akan digemukkan dalam waktu 2 bulan hingga 3 bulan, maka menjelang Hari Raya Idul Fitri akan terdapat tambahan pasokan 8.000 ton daging dari sapi bakalan impor. Selain itu juga tambahan pasokan daging dari impor karkas oleh Bulog.

"Untuk daging beku juga ada usulan dari Kementerian Perdagangan agar dipercepat pemasukannya, tetapi kami masih bahas," kata Syukur.

BERNADETTE CHRISTINA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X