Ribuan Calon Jemaah Haji Jateng Gagal Berangkat

Ribuan Calon Jemaah Haji Jateng Gagal Berangkat

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, menyalami para jamaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah (12/10). ANTARA/Hasan Sakri Ghozali

TEMPO.CO, Semarang - Sekitar 6.000 calon jemaah haji asal Jawa Tengah terancam gagal berangkat menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota jemaah haji sebanyak 20 persen untuk tiap negara. Pengurangan tersebut dampak belum rampungnya renovasi Masjidil Haram, Mekah. Kapasitas Masjidil Haram mestinya mampu menampung 48 ribu orang per jam. Dalam kondisi renovasi yang belum selesai, kapasitasnya menjadi 22 ribu orang per jam.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Khairudin, mengatakan, sesuai data pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu di Kementerian Agama, kuota haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 29.800 lebih. Rencananya, jika pengurangan itu benar, kuota tiap provinsi juga akan dikurangi 20 persen.


"Kuota haji Jawa Tengah kemungkinan berkurang sedikitnya 5.960 orang," kata Khairudin, Jumat, 14 Juni 2013. Rencananya, distribusi pengurangan juga akan diterapkan secara rata pada setiap kabupaten/kota sebanyak 20 persen.

"Kami berharap masyarakat bisa memahami hal ini karena pengurangan dilakukan oleh Arab Saudi dan berlaku untuk semua negara," ujarnya.

Rencananya, lanjut Khairudin, pada 23-26 Juni nanti, Menteri Agama akan membujuk Kerajaan Arab Saudi agar kuota haji untuk Indonesia tidak berkurang atau pengurangannya tidak sampai 20 persen.

Jika pengurangan kuota tetap dilakukan, pemerintah akan memprioritaskan pemberangkatan calon haji sesuai dengan nomor urut pelunasan ongkos haji yang telah ditutup 17 Januari lalu. "Yang lebih dahulu lunas akan diprioritaskan berangkat."

Prioritas juga akan diberikan kepada calon yang berusia 83 tahun ke atas saat pelunasan. Sedangkan calon yang sudah pernah menunaikan haji dipastikan tidak diberangkatkan tahun ini. Calon jemaah yang menggunakan kursi roda juga tidak akan diberangkatkan karena jalur khusus kursi roda masih dalam renovasi.

Pemerintah memastikan calon jemaah yang sudah melunasi pembayaran tahun ini akan diprioritaskan untuk berangkat tahun depan dengan tidak menambah biaya, sekalipun terjadi kenaikan ongkos.

Anggota Komisi Keagamaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Muh Zein, mengatakan, pemerintah Indonesia harus melakukan lobi kepada Kerajaan Arab Saudi agar mengurangi pemotongan kuota. "Lobi harus berhasil," kata Zein.

Indonesia, lanjut Zein, bisa beralasan sebagai pengirim jemaah haji terbesar, serta dengan daftar tunggu terbanyak hingga 15 tahun. Kondisi ini berbeda dengan negara lain yang jumlah jemaahnya sedikit. "Jadi, pengurangan kuota jangan dipukul rata 20 persen tiap negara."

SOHIRIN

Terhangat:
Mucikari SMP
| Taufiq Kiemas | Rusuh KJRI Jeddah

Terpopuler

Apple Akan Rilis iPhone Rp 980 Ribu

Diet Ketat, Henry Cavill Jadi 'Man of Steel

Samsung Akan Rilis Galaxy S5
Jokowi: PRJ di Monas Itu Pesta Rakyat Jakarta

AJI Prihatin Terhadap Forum Pemred

Cuci Gudang Ponsel hingga 90 Persen di ICS 2013

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X