Polusi Udara, Masalah Pelik Negara-negara Asia

Polusi Udara, Masalah Pelik Negara-negara Asia

Pekatnya polusi kendaraan bermotor hingga menyelimuti sejumlah Gedung-gedung perkantoran dan rumah penduduk yang menyebabkan pencemaran udara di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2012. Tingginya tingkat pencemaran udara yang disebabkan meningkatnya jumlah populasi kendaraan bermotor yang menjadikan ancaman bagi warga Jakarta rentan terkena berbagai penyakit, seperti paru-paru, kanker, dan penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Polusi udara telah menjadi kutukan bagi jutaan penduduk di kota-kota negara Asia. Polusi menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, serta penderita gangguan jantung dan pernapasan.

"Tingkat polusi di beberapa bagian di Cina, India, dan tempat lain di Asia memiliki dampak kesehatan yang serius,” kata Bob O'Keefe, peneliti dari Health Effects Institute (HEI), Amerika Serikat, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat, 21 Juni 2013. “Ini adalah ancaman yang benar-benar di luar perkiraan.”


Minggu ini, Singapura bergulat dengan rekor polusi udara yang dilepaskan oleh kebakaran lahan di negara tetangganya, Indonesia. Sementara itu, pada bulan Januari lalu, polusi di Beijing juga meningkat dan lonjakan pasien di rumah sakit naik sebesar 20 persen. Pada Agustus 2012, Hong Kong juga mencapai polusi terparahnya. Hal ini memaksa warga Hong Kong untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Berdasarkan analisis HEI, diperkirakan 3,2 juta orang di seluruh dunia meninggal karena prematur akibat polusi udara pada tahun 2010. Cina dan India bersama-sama menyumbang sekitar 2,5 juta kematian ini. Dalam 20 tahun terakhir, korban tewas di Cina telah meningkat 3 kali lipat karena polusi udara.


CHANNEL NEWS ASIA | ANINGTIAS JATMIKA

Terhangat:

Evaluasi Jokowi
| Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah


Baca Juga:

Hanura: Harga BBM Boleh Naik, Asalkan...

Spanduk Tolak Kenaikan BBM PKS Dicopot

Muhaimin: Yang Tolak BBM Naik, Tak Mengerti Masalah

Demokrat: Menteri PKS Lebih Baik Mundur

Istana: Ini Bukan Saat Tepat Provokasi Politik










Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X