Korban Tewas Konflik Suriah Tembus 100 Ribu Jiwa

Korban Tewas Konflik Suriah Tembus 100 Ribu Jiwa

Angelina Jolie saat bertugas sebagai utusan khusus UNHCR di kamp militer Jordania dekat perbatasan Suriah dan Jordania (18/6). Ini adalah kunjungan kerja sosial pertama Angie setelah operasi pengangkatan payudaranya. (AP Photo/UNHCR, O. Laban-Matte)

TEMPO.CO, DAMASKUS—Korban tewas akibat konflik Suriah dilaporkan telah menembus jumlah 100 ribu jiwa, Rabu, 26 Juni 2013. Lembaga Observatori Hak Asasi Manusia Suriah yang berkedudukan di London, Inggris, mengungkapkan sekitar 100.191 orang tewas sejak perang saudara berkecamuk dua tahun lalu. Sekitar sepertiga dari jumlah korban tewas adalah warga sipil.

Menurut lembaga tersebut, jumlah korban terbesar berasal dari pasukan pemerintah yakni 25.407 orang. Adapun milisi bersenjata pro-Presiden Bashar Assad yang tewas mencapai 17.311 jiwa. Korban tewas juga datang dari militan Hizbullah asal Libanon yang mendukung Assad, yakni 169 orang.

Sedangkan korban tewas dari kubu oposisi sebanyak 13.539 tentara pemberontak, 2.015 tentara yang membelot, serta 2.518 pejuang asing yang membantu perjuangan kelompok pemberontak.

Jumlah ini berbeda dengan data PBB yang menunjukkan ada 93 ribu orang tewas dalam konflik di Suriah. Korban jiwa berjatuhan dan jutaan warga Suriah terpaksa mengungsi ke beberapa negara tetangga sejak Assad memerintahkan tentara untuk memberangus oposisi.

Hingga kini, dunia internasional gagal menghentikan konflik Suriah karena pertentangan negara-negara maju. Negara-negara Barat dan Liga Arab, yang didukung Arab Saudi, berkukuh untuk berada di belakang kelompok oposisi. Sedangkan Rusia, Cina dan Iran menegaskan bahwa penjatuhan Assad inkonstitusional.

Utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, mengatakan rencana pertemuan damai seluruh kubu di Suriah yang digagas Amerika Serikat dan Rusia awal bulan ini terpaksa diundur. “Alasan pengunduran, terutama karena belum solidnya kelompok oposisi,” kata Brahimi kepada wartawan, Selasa lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, mendesak Emir baru Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, mengubah kebijakannya ihwal Suriah. “Perubahan sikap dari Qatar akan menjadi penanda positif sehingga kita dapat bersama mengatasi krisis Suriah,” tutur Salehi dalam konferensi pers di Teheran, yang disiarkan stasiun televisi Press.  

L AP | WASHINGTON POST | REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI



Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Pantasan saja jika ada ratusan ribu orang geram dan marah sehingga akhirnya berjihad ke Suriah. Mereka membaca berbagai foto pembantaian oleh Rezim Assad. Foto2 tsb begitu sadis dan kejam. Tak heran jika ratusan ribu “Mujahidin” pergi ke Suriah dan 7000 orang di antaranya tewas. Ternyata foto2 dan berita2 yang mereka dapat dari Media Wahabi itu palsu. Paling tidak ada 88 foto yg diketahui palsu. Foto2 pembantaian di Gaza, Iraq, Afghanistan, bahkan korban gempa bumi di Azerbaijan pun diklaim sebagai foto korban pembantaian Rezim Assad. Bagi yang ingin mendownload Kumpulan Pemalsuan Data / Foto Konflik Suriah silahkan klik: http://kabarislam.wordpress.com/2013/07/18/kumpulan-pemalsuan-data-foto-konflik-suriah/
Wajib Baca!
X