Empat Alasan Presiden Mesir Digulingkan

Empat Alasan Presiden Mesir Digulingkan

Presiden pertama Mesir dari kalangan sipil yaitu Mohammad Mursi Isa El-Ayyat. Mursi menggantikan Husni Mubarak sebagai Presiden Mesir ke-4 yang mengundurkan diri pada 11 Februari2011. Mursi secara resmi dilantik sebagai presiden pada 30 Juni 2012. vetoeg.net

TEMPO.CO, Kairo - Meskipun terpilih secara demokratis dalam sebuah pemilihan umum yang jujur dan adil pada awal 2012 lalu, Presiden Mesir Muhamad Mursi dengan cepat kehilangan dukungan di dalam negeri.

Rabu 3 Juli 2013, Mursi resmi digulingkan oleh militer Mesir. Ketika mengumumkan pengambilalihan kekuasaan, Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdul Fatah al-Sisi didampingi oleh ulama Al-Azhar, pemimpin Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Muhammad elBaradei, pemimpin Partai Islam Nour dan tokoh gerakan Tamarod yang mengorganisir unjukrasa di Lapangan Tahrir.

Masa satu tahun kepemimpinan Mursi memang diwarnai ketegangan antara Ikhwanul Muslimin dan kaum oposisi.  Ada sejumlah alasan mengapa kepemimpinan Mursi yang semula meraih 52 persen suara dalam Pemilihan Presiden setahun lalu, dinilai gagal dan justru memecah-belah Mesir.

1. Dominasi Ikhwanul Muslimin
Ketidaksukaan sebagian warga Mesir pada kelompok Ikhwanul Muslimin, partai pemenang Pemilu Mesir dan partai asal Presiden Mursi, menguat setahun terakhir.

Ada tuduhan kalau Mursi sengaja memberikan kursi-kursi kekuasaan penting hanya pada kader-kader Ikhwanul Muslimin. Terakhir, dia menunjuk tujuh gubernur baru yang semuanya berlatar belakang Ikhwanul Muslimin.

Namun pendukung Mursi membantah hal ini. Mursi disebut-sebut telah menawarkan kursi vital di kabinet dan lembaga negara lainnya pada kaum oposisi namun semua ditolak.

2. Memburuknya Ekonomi
Setahun setelah memerintah, kondisi perekonomian Mesir terus memburuk. Investasi asing tidak kunjung datang, sementara sektor pariwisata yang merupakan salahsatu tulang punggung ekonomi Mesir, tak kunjung pulih. Harga bahan makanan, bahan bakar dan komoditas lain terus meroket. Listrik seringkali mati karena ketiadaan bahan bakar.

Kabinet Mursi sebenarnya sedang menegosiasikan pinjaman lunak dari IMF sebesar US$ 4,8 miliar. Namun, jika pun disetujui, pinjaman ini akan memaksa pemerintah Mesir memotong subsidi di berbagai sektor, yang justru berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

3. Dekrit Presiden 22 November 2012
Keputusan Mursi menerbitkan sebuah dekrit presiden pada 22 November 2012 lalu dinilai sebagai sebuah kesalahan fatal. Dalam dekrit itu, Mursi memecat jaksa agung, membuat semua keputusan presiden kebal dari gugatan hukum (judicial review) dan menegaskan keabsahan parlemen Mesir. Keabsahan parlemen sebelumnya sempat digugat oleh beberapa pihak.

Sebulan setelah dekrit itu diterbitkan, pemerintahan Mursi menggelar referendum untuk mengesahkan konstitusi baru Mesir. Tindakan ini pun dikritik karena dinilai sepihak dan terburu-buru. Konstitusi itu dinilai hanya mencerminkan kepentingan kelompok Mursi dan tidak dibuat dengan mempertimbangkan elemen politik lain di Mesir.

4. Pelanggaran Demokrasi dan HAM
Setahun kepemimpinan Mursi diwarnai banyak aksi pelanggaran Hak Asasi Manusia, demokrasi dan toleransi beragama. Dia dinilai gagal melakukan reformasi sektor keamanan terutama di kepolisian, paramiliter dan dinas intelijen Mesir.

Ketika polisi Mesir terlibat pembantaian di Port Said, Januari 2013 lalu dan 30 orang meninggal, Mursi dinilai tidak berusaha menindak pelakunya dengan tegas. Serangan terhadap gereja Kristen Koptik dan kaum minoritas pun meningkat.

Selain itu, parlemen Mesir yang didominasi Ikhwanul Muslimin dinilai berusaha terus menerbitkan undang-undang baru yang membatasi masyarakat sipil. Sebuah Rancangan UU tentang keberadaan NGO sedang dibahas dan disebut-sebut bakal mengontrol organisasi masyarakat sipil.

Semua faktor ini bersama-sama membuat gelombang anti Mursi terus menguat. Terlebih setelah sebuah gerakan populer yang menamakan dirinya `Tamarod` muncul pada awal tahun ini dan menggulirkan petisi untuk menggulingkan Mursi.

THE GUARDIAN | WD

Komentar (22)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
6
11
Digulingkannya Ikhwanul Muslimin (IM) di mesir oleh rakyat mesir adalah tanda bahwa Allah tidak menolong mereka bahwa Allah membiarkan mereka hina ini karena mereka tidak menolong agama Allah bahkan mereka menghina agama Allah IM tidaklah berdiri diatas-prinsip-prinsip Islam yang turun dari Rabbul’alamin tapi berdiri dari prinsip-prinsip buatan hasan albanna dan dilengkpi oleh pengikut-pengikutnya sebuah organisasi yang berdiri di atas aturan dan prinsip buatan manusia orang-orang yang mempelajari organisasi ini tentu ia akan tahu jauhnya prinsip-prinsip mereka dengan Islam IM tidak peduli dengan aqidah agama Allah dan membiarkan aqidah sesat pada ummat IM tidak mempermasalahkan Allah dicela oleh para menolak sifat-sifat Allah IM tidak peduli dengan aqidah mereka tidak mau menanamkan aqidah islam di diri mereka, tidak penting katanya akibatnya diri mereka lemah memegang agama dan menjadi bunglon yang menjual agama mereka juga tidak mau menanamkan aqidah pada ummat, bisa memecah belah umat katanya akibatnya umat tidak siap menerima hukum Allah karena lemahnya iman IM tidak peduli dengan ilmu agama IM tidak mau anggota didik dengan ilmu agama cukup dengan ditarbiyah politik, itu furu katanya kader hanya didik dengan sirah, itupun hanya dicomotdalam sisi dakwah dan jihad saja yang sesuai kepentingan mereka kader hanya dididik dengan secuil tsafaqah (wawasan) islami bukan ilmu syariat kader hanya dijejali dengan didik politik yang penting siap mendukung partai akibatnya anggotanya tidak tau halal haram dan buta syariat akibatnya anggotanya tidak tau mana syariat Allah dan mana ajaran IM Akibatnya anggotanya meneriakkan tegakkan syariat Islam bersamaan dengan itu mereka melanggar syariat IM tidak mau mengajarkan ilmu syariat kepada umat, umat lebih baik diberi kesadaran politik katanya Akibatnya umat hanya bisa jadi kritikus dan politikus rusak IM tidak mau mendidik umat untuk sabar atas kekuarangan pemerintah akibatnya umat tidak bersabar atas kekuarangan mereka ketika mereka berkuasa Sungguh syariat Islam tidak akan bisa ditegakkan oleh orang-orang yang tidak mengerti apa itu rincian-rincian syariat Islam Mereka mencaci ulama yang tidak mendukung mereka mereka menuduh ulama-ulama itu bodoh dan memisahkan agama dengan negara padahal ulama lebih mengetahui bahwa negara Islam tidak akan tegak kecuali rakyat telah dididik dengan ilmu syariat bukan sekedar mendukung selogan partai ditengah kejahilan terhadap agama IM mengaku mempersatukan ummat padahal sejatinya mereka mengabadikan perpecahan umat Karena persatuan yang Allah perintahkan adalah persatuan diatas kebenaran bukan bersatu diatas kebatilan, bukan bersatu dengan kebatilan bukan pula menyatukan kebatilan. Ketika mereka membiarkan kebatilan dengan alasan persatuan ketika itulah mereka mengabadikan perpecahan karena perpecahan itu akan tetap ada hingga umat ini bersatu diatas kebenaran Anehnya mereka justru menuding orang-orang yang mengajak umat untuk kembali kepada kebenaran dan meninggalkan kebatilan sebagai pihak yang memecah belah umat. IM mengaku berdakwah untuk Allah padahal berdakwah untuk menyeru kepada organisasinya Jika memang untuk Allah mengapa enggan menyuarakan kebenaran yang bertentangan dengan kepentingan organisasi Jika memang berdakwa kepada Allah, mengapa disembunyikan sekaian banyak ajaran Allah yang tidak sejalan dengan ajaran organisasi IM berdakwah tapi membiarkan kefasikan, kebid’ahan dan kesyirikan, ukhuwah katanya IM sudah menipu umat, umat menyangka bahwa fasik, bid’ah dan syirik itu tidak mengapa karena tidak diingkari oleh tokoh-tokoh mereka IM sudah merusak Islam dan umat islam IM sudah memutar agama dan merubahnya Sungguh IM telah menghianati Allah dan amanah dakwah IM ingin mendirikan negara tapi tidak mengikuti petunjuk Allah IM ingin mendirikan negara ala hasan albanna dan ala demokrasi dan ala liberalisme IM ingin mendirikan negara bukan untuk menegakkan syariat Islam tapi IM mendirikan negara untuk menegakkan ajaran IM dari awal usaha mereka untuk mencapai puncak kekuasaan mereka sudah menjual agama bagaimana bisa mereka membela agama IM merasa paling pinter dalam masalah politik soalnya zikir dan wirid mereka adalah berita politik kesibukan mereka mengamati politik hidup merea bergantung pada buhul-buhul politik Hingga mereka merendahkan Ulama, tidak tahu realita katanya dan cacian keji, yang menunjukkan rendahnya penghargaan mereka terhadap ahli ilmu din padahal para ulama itulah yang mengetahui berita wahyu Rabbul ‘alamin padahal para ulama itulah yang mengetahui jalan keluar masalah umat ini dari petunjuk Rabbul ‘alamin, padahal para ulama itulah yang mengetahui secara terperinci cara mencapai khilafah dan menegakkan syariat dengan cara yang benar Tidak seperti IM yang nyaring bunyinya padahal kosong berusaha menegakkan syariat dengan membuang syariat berusaha mendirikan khilafah tapi dengan cara yang keliru sungguh mereka telah tersesat IM tidak peduli larangan Rasul untuk tidak meminta jabatan IM abaikan larangan Rasul untuk masuk ke dalam sistem yang rusak akibatnya mereka dibebani dengan jabatan yang akan Allah tanya di mahsyar akibatnya mereka menjadi bunglon politik kemarin mereka mencaci amerika sekarang mereka ingin amerika membantu mursi kemarin mereka anti nashrani sekarang mereka ingin bersama nashrani kemarin mereka benci militer sekarang mereka menghormati tentara Kemarin memuji media yang mengkritik penguasa sekarang mencaci media yang mengkritik mereka ketika berkuasa Kemarin berkata “mana kerja pemerintah dalam 100 hari…!!!” sekarang berkata ketika berkuasa, “harap rakyat bersabar 100 hari tidak cukup untuk memperbaiki negara.” Kemarin menganggap suara rakyat seperti wahyu sekarang mengatakan rakyat tidak dewasa IM tidak memperdulikan larangan Rasul untuk tidak mencaci, menentang dan memberontak pemerintah muslim IM justru mendidik umat untuk mencaci, menghujat, menentang dan memberontak pemerintah muslim (yang mereka anggap kafir), itu kesadaran politik katanya akibatnya mereka dicaci dan dihujat oleh rakyat hasil didikan mereka, maka rasakan bagaimana rasanya dilengserkan… Karena Rasulullah bersabda “Barangsiapa menghinakan penguasa Allah di bumi maka Allah akan hinakan dia.” IM tidak memperdulikan larangan Allah untuk tidak menyebarkan berita tentang isu politik IM justru berusaha menyebarkan isu politik kepada umat untuk menggoyang pemerintah akibatnya mereka dimangsa oleh media hasil didikan mereka IM mengaku sebagai organisasi yang paling Islami bagaimana bisa disebut begitu jika mereka tidak memperdulikan aqidah Islam tidak merujuk pada ilmu-ilmu Islam, mengkhianati amanah dakwah, merubah-rubah agama Allah, Bermain politik yang menyimpang dan mengorbankan agama pantaskah disebut sebagai organisasi islami atau jamaah Islami yang seorang muslim harus cinta dan loyal padanya. IM congkak dan merasa benar sendiri mereka mengatakan dalam nasyidnya bahwa “tidak ada pada ikhwan kecuali kebaikan” mereka berkata tokoh-tokoh al ikhwan itu selalu benar dan bersih dari kesalahan tidak boleh dikritik dan mereka fanatik buta pada tokoh-tokoh itu dengan gelar asy syahid, asy syuhada…. alangkah sombongnya kalian… apakah kalian sudah mendapat janji dari Allah IM menyangka bahwa kedudukan, kekuasaan, kotak suara, demokrasi dan banyaknya pengikut adalah yang akan menolong sehingga hati mereka begitu bergantung kepadanya, memuja demokrasi Mereka menyangka ketika mereka berkuasa inilah kami telah berhasil mereka tertipu bahwa dunia itu fitnah… Sungguh agama ini sekali-kali tidak akan berdiri melalui tangan orang-orang yang fasik, menyimpang dari agama, mengkhianati Allah Wahai kaum muslimin….. Wahai kaum muslimin…..perhatikanlah….. sungguh pada kejadian ini ada ibrah yang sangat besar bagi orang-orang yang berakal dan mencari kebenaran Siapa saja yang mengkhianati Allah maka Allah akan mengkhianatinya Siapa yang menghina sunnah sungguh Allah akan menghinakannya ini adalah tanda jika hamba itu Allah biarkan maka siapakah lagi yang akan menolong ketika Allah mengabaikan Sebenarnya kekalahan ikhwanul muslimin bukan kali ini saja Namun mereka tidak bisa mengambil teguran Allah atas mereka Ikhwanul musliminlah yang ditunggangi oleh pasukan pengawal kemerdekaan mesir hingga bisa melakukan apa saja dan menumpas yang dianggap bersalah Kaum harakilah yang diolok-olok oleh amerika dalam perang afghanistan dan mereka dipermainkan dalam perang afghanistan hingga kekuasaan dipegang oleh sufi yang keji Kaum harakilah yang diperdaya oleh khomaini untuk mencapai daulah rafidhah Merekalah yang mengaku mendirikan daulah Islamiyah di sudan, tapi negara islamkah yang mendirikan salib terbesar di dunia Kaum harakilah yang menolak bantuan amerika dalam krisis teluk namun mereka justru menerima bantuan dari milisi komunis Kaum harakilah yag diperdaya oleh parta Ba’ts (saddam husein) ketika melawan rafidhah iran Merekalah yang mengalami kekalahan demi kekalahan dalam berjuang dipalestina dengan jihad ala mereka bukan atas petunjuk Islam sehingga wilayah palestina semakin sempit dan selalu kalah dengan sekian banyak kekalahan tanda-tanda besar bahwa Allah tidak bersama mereka karena salahnya jalan mereka dari jalan Allah Siapakah yang akan menolong jika bukan Allah yang menolong Bagaimana bisa kita ditolong oleh Allah sedangkan kita tidak menaati agamaNya Sadarlah wahai para aktivis… organisasi yang kalian banggakan telah jelas bobroknya telah jelas lemahnya telah jelas batilnya telah jelas penyimpangannya telah jelas jauhnya mereka dari Allah sekalipun mereka mengaku-ngaku pembela Allah Wahai aktivis jika kalian ingin perbaiki organisasi ini sungguh harus dibongkar habis, dibersihkan semua puingnya tanpa sisa dan tidak bisa dipakai lagi baru dibangun kembali yang baru diatas petunjuk Allah dan RasulNya diatas jalan yang lurus Wahai aktivis buanglah jauh-jauh kesombongan terhadap kebenaran perbaikilah diri kita, jika ingin Allah selalu menolong kita sesungguhnya akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya pelajarilah petunjuk Rabbul ‘alamin tentu kau akan tau hikmah dari setiap kejadian. Hanya orang-orang yang berilmu yang dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Merekalah orang-orang yang dapat mengambil pelajaran. .
13
12
Ikhwanul Muslimin tak akan berhasil dalam dahwahnya kerena penuh dengan kesasatan, sgala cara di halalkan contohnya PKS petingginya pada korup sgala cara di halalkan demi kejayaan partainya
6
10
Allahu Akbar!! 30 Juta Rakyat Mesir Turun Ke Jalan Dukung Mursi dan tolak kudeta Sabtu, 06 Juli 2013 KAIRO -- Hari Jumat (6/7) selepas sholat jumat, jutaan rakyat Mesir dari berbagai penjuru tumpah ruah turun ke jalan. BBC melaporkan jumlah rakyat Mesir yang mendukung Mursi mencapai 30 juta orang. Mereka mendukung kepemimpinan sah Presiden Mursi dan menolak tegas kudeta militer. Pimpinan tertinggi Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie muncul dan memberikan orasi dalam aksi massa pro Mursi di Rabaa, Kairo, Mesir. Badie sebelumnya diberitakan AP, ditangkap oleh militer di daerah Marsa Matrouh, kota pinggiran dekat perbatasan Libya. Dalam orasinya seperti dilansir alahram, Badie mengatakan kumpulan jutaan orang di Raba mencerminkan kekuatan Mesir dari faksi yang berbeda. "Allah lebih besar dari semua yang mengorbankan dirinya untuk revolusi, Allah saksi kami," ungkap Badei yang disambut takbir dari puluhan juta massa. Badei juga mengungkapnya dirinya bangga dengan Mursi dan melihat tindakan militer inskonstitusional. "Mursi adalah presiden saya dan semua orang Mesir," ungkapnya. Badie juga tegas menyatakan rakyat takkan berdiam menghadapi makar sampai Mursi kembali ditetapkan sebagai presiden. "We will not leave the streets until president Morsi is reinstated." (Kami takkan meninggalkan jalanan sampai presiden Mursi kembali menjadi presiden yang sah). Fahmi Huwaidi, penulis dan wartawan senior Mesir, di Aljazeera menyatakan, "Aksi demo 30 juta malam ini membuktikan bahwa rakyat Mesir menolak kudeta!" @salimafillah: Malam menakjubkan di Twitter bersama pidato Mursyid 'Am Dr. Muhammad Badi' yang mantab & 30 Juta pro Mursi yang bergerak ba'da Jum'at hingga membuat para komandan lapangan militer Mesir mendesak Jenderal As Sisy mengembalikan Mursi ke kedudukannya demi menghindari krisis keamanan; Syaikh Al Azhar meminta Mursi dibebaskan & kanal-media Islami dipulihkan; Sa'ad Al Katatny dibebaskan; CNN, Guardian, & BBC mentajuk: "Menhan tergesa kudeta tanpa memperhitungkan apa yang terjadi hari ini." 0) Allah Maha Besar; Tiada Ilah selain Dia; memenuhi janjiNya; menolong hambaNya; memuliakan pembelaNya; menghancurkan persekutuan makar; Dia Maha Satu, tiada sekutu. 1) Rakyat Mesir tak mengira Mursi dijatuhkan Militer dalam 48 jam (karena Mubarak dulu ditenggang 18 hari); makanya baru hari ini mereka turun. 2) Otak kudeta salah mengkalkulasi dukungan baginya dari militer maupun rakyat. Tapi As Sisy yang takut dihukum pasti tak lekas menyerah, perjuangan masih harus berlanjut.
1
13
Media menjadi salah satu pilar demokrasi bukan tanpa alasan. Media diperlukan untuk mengontrol perilaku eksekutif, legislatif dan yudikatif. Media diharapkan membuka borok penyelenggara negara dan mengapresiasi prestasi mereka. Informasi yang muncul dari media menjadi dasar masyarakat untuk memberikan suara mereka pada partai politik dan kandidat yang mereka pandang berprestasi dan memperjuangkan aspirasi. Namun di Mesir, media justru menjadi perpanjangan tangan aktor politik. Media yang banyak dimiliki oleh kroni Mubarak ini secara beruntun menyajikan berita dan informasi yang anti-Mursi dan tanpa sungkan menyajikan nara sumber yang berat sebelah. Penelitian Dr. Muhammad Elmasry, Asisten Profesor Komunikasi Publik di American University in Cairo (bisa dibuka di Jadalliya) menjelaskan bagaimana berat sebelahnya media di Mesir. Media pro-Mursi berusaha mengimbangi, namun pengalaman media-media pro-Mursi kalah jauh dibandingkan dengan media-media anti-Mursi. Satu-satunya media besar yang netral adalah Al Jazeera Mesir. Karena itulah, setelah militer mengambil alih kekuasaan, militer menutup media-media pro-Mursi dan Al Jazeera Mesir, menyegel kantor dan menangkapi para wartawan, termasuk wartawan Al Jazeera Mesir. Perilaku media ini tentu patut disayangkan namun agaknya memang sulit menempatkan diri sebagai penjaga demokrasi. Bahkan media di Indonesia pun seringkali menghadirkan berita yang tidak berimbang. Kasus terbaru adalah berita yang diturunkan oleh sebuah media nasional, menyebutkan 'Empat Alasan Mursi Ditumbangkan' (bisa dilihat di tempo.co). Sadar atau tidak, artikel ini memelintir berita dan menumbuhkan citra buruk bagi Presiden Mursi. Artikel ini sejatinya merujuk pada artikel di Guardian (bisa dilihat di Guardian). Namun, judul asli di Guardian adalah “"Mohammed Morsi: the Egyptian Opposition Charge Sheet". Jika dibahasaindonesiakan, artikel Guardian tersebut lebih pas mendapatkan judul "Tuduhan Oposisi pada Mursi". Tuduhan, bukan fakta. Inilah pelintiran pertama yang terjadi. Bisa jadi, ada khilaf dalam proses penerjemahan. Namun mencermati isi artikel di media Indonesia tersebut, nampak jelas memang artikel itu ingin membangun opini bahwa Mursi layak digulingkan. Pelintiran kedua terjadi dalam proses penerjemahan isi. Artikel di Guardian memberitakan secara berimbang apa yang menjadi tuntutan oposisi dan bagaimana alasan pendukung Mursi. Secara mandiri, artikel yang diterjemahkan ini bisa jadi memberikan porsi yang lebih banyak pada tuntutan oposisi. Namun meletakkan dalam konteks rangkaian berita Guardian secara lebih komprehensif, kita dapat melihat bahwa Guardian sangat berhati-hati dalam menjaga obyektivitas dan keseimbangan pemberitaannya. Maka, menjadi lucu saat artikel media di Indonesia tersebut tidak menerjemahkan beberapa poin di Guardian, poin-poin yang dapat menjadi penyeimbang tuduhan tersebut. Terkait tuntutan oposisi sendiri, ada banyak analis internasional yang membantahnya. Richard Falk, seorang cendekiawan ternama hubungan internasional menulis opini khusus tentang Mursi (aljazeera.com). Inti dari pendapat Falk adalah, Mesir pasca-Mubarak dalam kondisi yang carut-marut. Negarawan sekelas Nelson Mandela saja mungkin akan mengalami kesulitan mengelolanya. Apalagi Mursi, yang masih hijau di dunia pemerintahan dan baru satu tahun menjabat? Secara lebih detail, saya akan membahas tuduhan oposisi terhadap Mursi yang dimuat oleh artikel di media nasional di atas. 1. Dominasi Ikhwan di Pemerintahan Dominasi Ikhwan di Pemerintahan adalah tuduhan terlucu yang dapat dilontarkan pihak oposisi. Dalam pemerintahan demokratis, wajar jika pemenang pemilu menguasai pemerintahan. Partai Kebebasan dan Keadilan memenangkan pemilu dengan suara 40%. Wajar jika kemudian mereka memiliki anggota dewan terbanyak dan menjadi mayoritas di parlemen. Itupun, Mursi menahan diri dengan hanya mengangkat tiga orang menteri dari Ikhwan (kemudian belakangan menambah dua orang lagi, menjadi lima orang). Menteri-menteri lain diangkat dari kalangan professional non-partisan. Mempermasalahkan ini sama saja dengan mempermasalahkan kenapa jumlah anggota DPR-RI dari Partai Demokrat lebih banyak dari partai-partai lain, atau kenapa jumlah menteri Partai Demokrat lebih banyak daripada jumlah menteri dari PDIP. Lucu dan tidak masuk akal. Terlebih, berkali-kali Mursi mengajak pihak oposisi untuk bekerja sama dalam menyusun konstitusi dan menjalankan pemerintahan, namun oposisi menolak. Penolakan pihak oposisi merupakan hak mereka. Namun menggelikan jika mereka di satu sisi menolak tawaran Mursi, di sisi lain mengeluh karena tidak terlibat dalam pemerintahan. 2. Ekonomi memburuk Buruknya ekonomi Mesir merupakan warisan Mubarak. Birokrasi di masa Mubarak adalah birokrasi yang korup, dan birokrasi ini masih bertahan di masa Mursi. Mursi sudah berupaya melakukan reformasi birokrasi, namun upaya ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Salah-salah, upaya reformasi birokrasi yang terlalu agresif akan memperkuat tuduhan oposisi bahwa Mursi berupaya menyingkirkan lawan politik dan melakukan IM-isasi pemerintah. Berkaca dari pengalaman Indonesia, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi adalah proses panjang yang mustahil diselesaikan dalam satu tahun. Tidak tepat jika kemudian melimpahkan seluruh kesalahan itu pada presiden berikutnya jika sumber kesalahan berada pada pemerintahan lama. Ini sama saja dengan menyalahkan. Artikel Guardian berikut menyajikan analisis singkat tentang kondisi Mesir dan apa yang sudah Mursi lakukan (bisa dilihat di guardian.co.uk). 3. Pelanggaran HAM Polisi Mesir adalah polisi yang terkenal paling kejam dan melanggar HAM. Mereka terlatih dan dibiarkan melakukan itu sejak zaman Nasser. Bahkan tidak terhitung berapa anggota Ikhwan yang meninggal akibat siksaan polisi. Saat Mursi memerintah, polisi masih polisi lama. Banyak tindakan mereka yang tidak dapat dikontrol Mursi. Serangan ke Gereja Koptik memang terjadi, tapi pelakunya tidak jelas. Polisi tidak dapat (tidak mau?) mengusut kasus ini. Saat itu pemuda Ikhwan sempat menawarkan untuk membantu menjaga gereja-gereja (english.ahram.org), namun mereka tidak dapat mencegah kekerasan yang meluas karena memang itu kewajiban polisi. Intinya, kekerasan BUKAN karena instruksi Mursi/pemerintahnya. Pelakunya belum teridentifikasi dan polisi yang mewarisi budaya lama kesulitan (enggan?) mengusutnya. 4. Dekrit Presiden Ini dilakukan Mursi karena banyak antek Mubarak di pengadilan (reuters.com, arabnews.com) dan MK mencoba menggulingkan Mursi dengan berbagai tuduhan (guardian.co.uk). Karena itu, Mursi membuat dekrit dengan menyatakan Presiden tidak dapat diturunkan oleh pengadilan (edition.cnn.com). Kalau mau dinilai otoriter, bisa juga dekrit ini dipandang demikian. Menurut saya, ini satu-satunya alasan yang "layak" untuk mendemo Mursi. Terlepas dari kondisi yang pelik di Mesir, memang secara teori politik kurang pas untuk membuat dekrit demikian. (pm)
1
12
apapun penggulingan yg dilakukan militer,bukan berkah bagi masyarakat.tapi itu awal dari kediktatoran yang mulai muncul. militer tak berhak ikut campur dalam politik.karena mereka memegang senjata yg dipercayakan negara untuk melawan musuh dari luar.bukan dalam negerinya
Selanjutnya

Musik/Film

Wajib Baca!
X