Malam Ini Jalur KA Tasikmalaya Bisa Dilalui

Malam Ini Jalur KA Tasikmalaya Bisa Dilalui

Pekerja menggunakan alat berat memadatkan kembali tanah longsor di perlintasan rel kereta api, di KM 252 Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, (25/7). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT KAI Sugeng Priyono menyatakan kemungkinan jam 8 malam nanti jalur kereta api yang longsor di Stasiun Ciawi-Rajapolah, Tasikmalaya, bisa normal kembali. "Diprediksi jam 8 malam jalur bekas longsor sudah bisa dilewati kereta api," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Juli 2013.

Ia mengatakan pihaknya berusaha keras untuk membersihkan longsoran dengan menormalisasi jalur. Pada pukul 17.40, jalur sudah dapat dilalui kereta secara terbatas, dengan kecepatan maksimal 5 kilometer/jam.

Sugeng mengklaim pihaknya sampai menggunakan alat berat untuk menyingkirkan longsoran. "Kami menggunakan satu alat berat untuk mempercepat perbaikan," ucapnya.

Ia menyatakan, untuk perjalanan Kereta Krakatau tak melalui jalur tersebut. Karena, kata dia, Kereta Krakatau dari Cirebon tak melewati Bandung, tapi langsung ke Purwokerto.

Sebelumnya, juru bicara PT Kereta Api Daop 2 Bandung, Jaka, mengatakan akibat hujan deras semalam, sekitar 200 meter tanah rel kereta api jalur selatan Km 252 + 8/0 antara Ciawi-Rajapolah, Tasikmalaya, tergerus air alias longsor. "Sehingga ada 50 meter rel yang menggantung," ujarnya.

Akibatnya, dua kereta Kahuripan tertahan di stasiun terdekat tengah malam tadi. Kahuripan rute Kiaracondong-Kediri tertahan di Stasiun Bumiwaluya, sedangkan rute Kediri-Kiaracondong tertahan di Stasiun Sidareja. "Seluruh penumpang akan ganti kendaraan," kata Jaka.

Selain itu, tujuh jadwal perjalanan kereta akan dialihkan memutar melalui jalur utara. Kereta-kereta tersebut adalah Turangga Bandung-Surabaya, Kutojaya Selatan Bandung-Kutarjo, Serayu Jakarta-Kroya.

ERWAN HERMAWAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X