indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ini 5 Kasus Penembakan Sebelum Aiptu Dwiyatna

Ini 5 Kasus Penembakan Sebelum Aiptu Dwiyatna

Ilustrasi Penembakan. (Ilustrasi: Koran Tempo)

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota kepolisian lagi-lagi menjadi korban penembakan oleh sekelompok kawanan penjahat. Tewasnya Aipu Dwiyatna dalam aksi penembakan di Ciputat pada Rabu dinihari, 7 Agustus 2013, menambah daftar kasus penembakan terhadap anggota kepolisian dalam kurun waktu setahun terakhir.

Berikut ini daftar kasus penembakan terhadap anggota kepolisian dalam kurun waktu setahun terakhir.

31 Agustus 2012

Brigadir Kepala Dwi Data tewas dengan empat luka tembak di bagian dada dan dua luka tembak di bagian tangan. Korban tewas tertembak setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.

Bripka Dwi Data tewas lantaran diserang dengan senjata api oleh orang tidak dikenal. Pada saat itu dirinya tengah berjaga di pos pengamanan Pasar Singosaren, Solo. Penembakan tersebut terjadi saat kondisi pasar sedang ramai.

10 September 2012
Brigadir Dua Jefri Runtoboy meninggal dunia karena ditembak oleh orang tidak dikenal di Wamena, Papua. Anggota Sabhara Polisi Resor Tolikara ini meninggal dengan 14 luka tembak saat sedang patroli.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIT di Desa Milineri, Wamena. Ia diserang saat melaksanakan tugas pengamanan kegiatan pengaspalan di Jalan Karubaga, yang dikerjakan PT Moderen Widya Teknikal.

Bripda Jefri mendapat 14 kali tembakan. Lima kali pada bagian punggung, satu pada bagian belakang leher, satu pada rusuk kiri, empat kali pada perut bagian kanan, satu pada dada kanan, satu pada lengan kanan, dan satu pada bagian bawah mata kanan.

22 Desember 2012
Empat anggota kepolisian tewas setelah ditembak oleh kawanan kelompok bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah. Keempat korban penembakan tersebut bernama Briptu Eko Wijaya, Briptu Ruslan, Briptu Winarto, dan Briptu Wayan Putu Ariawan.

Tiga korban penembakan tewas di tempat, sementara Briptu Eko Wijaya meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Polisi berhasil menangkap dua dari 10 tersangka yang diduga terlibat dalam penembakan ini. Polri menduga pelaku penyerangan adalah anak buah Santoso alias abu Wardah, salah seorang pimpinan kelompok teroris di Poso.

7 Juni 2013
Brigadir Kepala Didik Puguh, anggota Kepolisian Sektor Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi korban penembakan oleh perampok, beberapa saat setelah mengambil uang Rp 143 juta dari Bank Central Asia (BCA). Penembakan terjadi ketika dua perampok yang berboncengan sepeda motor mengincar uang bawaan korban. Peristiwa terjadi di perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Kediri, sesaat sebelum salat Jumat.

Dalam aksi penembakan tersebut, Bripka Didik berhasil menyelamatkan diri. Dalam kondisi bercucuran darah, ia memacu kendaraannya menuju rumah sakit terdekat. Uang yang dibawanya pun berhasil diselamatkan.

27 Juli 2013
Aipda Fatah Saktiyono ditembak oleh satu dari dua pengendara sepeda motor di Jalan Cirendeu Raya, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada pukul 04.30 WIB. Fatah yang merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Jakarta Pusat ini ditembak saat akan berangkat menuju tempat kerjanya di wilayah Gambir.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak dari punggung dan menembus dada kiri. Beruntung, dalam kejadian ini, nyawa Aipda Fatah dapat diselamatkan. Sampai saat ini, polisi masih memburu pelaku penembakan. Kepolisian Daerah Metro Jaya menduga kemungkinan adanya unsur terorisme dalam penembakan ini.

FAJAR AKBAR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X