Bangkai Bus Giri Indah Belum Dievakuasi

Bangkai Bus Giri Indah Belum Dievakuasi

Bis pariwisata Giri Indah mengalami kecelakaan dan masuk ke sungai di Kampung Persit RT 01/02, Desa Tugu Utara, Kecamatan Ciasarua, Kabupaten Bogor (21/8). puluhan orang penumpang tewas, dan lainnya mengalami luka berat. Tempo/M SIDIK PERMANA.

TEMPO.CO, Bogor - Sehari setelah peristiwa kecelakaan bus maut PO Giri Indah yang masuk anak Sungai Ciliwung, di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sampai kini masih teronggok di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu menewaskan 19 orang dan luka pada puluhan jemaat Gereja Betel Indonesia (GBI) Kelapagading, Jakarta Utara, Rabu 21 Agustus 2013 kemarin.



Bangkai bis maut dengan nopol B7297BI masih berada di dasar sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter dan belum diangkat oleh petugas Kepolisian. "Kami masih menunggu penyelidikan dan pemeriksaan kondisi bus oleh petugas Puslabfor dari Mabes Polri," ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Bogor, Ajun Komisaris M Chaniago, Kamis 22 Agustus 2013, pagi

Ia mengatakan, rencananya, petugas gabungan dari Unit Laka Polres Bogor, TAA Mabes Polri, dan tim Puslabfor Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan dan penyidikan ulang terhadap kondisi bangkai bis yang mengalami kecelakaan. "Kami masih memerlukan bahan dan data penyebab pasti kecelakaan bus ini," kata dia.

Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan ulang, baru bangkai bus maut itu akan diangkat (evakuasi) dari dasar sungai di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya bus nahas yang menagkut puluhan anggota Jemaat GBI itu berangkat dari Taman Bunga, Cipanas, Cianjur untuk pulang ke Jakarta setelah menggelar Puas Ester selama tiga hari, yang menjadi angenda bulanan.

M SIDIK PERMANA





Berita Terpopuler:
5 Teknologi yang Mengancam Manusia

Ini Kronologi Aksi Gadis Pemotong 'Burung'

Sidang Kasus Cebongan, Hakim dan Oditur Ketakutan

Mantan Napi Ungkap Kengerian Penjara Korea Utara

Beragam Penyebab Rupiah Terjun Bebas

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X