Rusia Siap Hadapi Serangan Amerika Ke Suriah

Rusia Siap Hadapi Serangan Amerika Ke Suriah

Kapal perang Rusia, Tsezar Kunikov. Wikimedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana serangan Amerika Serikta ke Suriah, membuat Rusia—sekutu tradisional Suriah—langsung bereaksi. Kantor berita Interfax mengutip pejabat militer Rusia melaporkan Moskow akan mengirimkan satu kapal perang berpeluru kendali dari Armada Laut Hitam dan satu kapal perang anti-kapal selam dari Armada Utara dalam beberapa hari ke depan.


Rencana serangan Amerika Serikat itu dirancang karena negeri Abang Sam menyimpulkan bahwa pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melakukan serangan senjata kimia di kota-kota pinggiran Damaskus. Meski demikian, Presiden Barack Obama menegaskan belum membuat keputusan apakah akan melakukan intervensi militer ke Suriah atau tidak.

“Harus ada konsekuensi internasional, jadi kami berkonsultasi dengan para sekutu kami,” kata Obama, kemarin. “Ada kemungkinan senjata kimia itu bisa saja ditujukan kepada kami, dan kami ingin memastikan hal itu tidak terjadi.”

Amerika, kata Obama, masih harus menunjukkan informasi intelijen untuk mendukung klaim mereka bahwa pemerintah Assad menggunakan senjata kimia di Ghouta, 21 Agustus lalu, yang diklaim menewaskan sekitar 1.300 orang.


Manuver kedua negara adi daya itu tampaknya bikin was-was Sekjen PBB Ban Ki-moon. Dia  meminta semua pihak bersabar. PBB memerlukan waktu empat hari lagi untuk menyelesaikan investigasi dan meminta agar timnya diberi waktu untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Tim PBB yang dipimpin oleh ahli senjata Swedia, Aake Sellstroem, itu akan kembali dari Suriah hari ini sebelum melaporkan temuannya.

Suriah menyangkal penggunaan senjata kimia, dan balik menuduh pejuang oposisi bertanggung jawab atas serangan tersebut. Damaskus menyebutkan Barat merekayasa alasan untuk melancarkan serangan. Presiden Assad menegaskan tak gentar menghadapi kemungkinan aksi militer Amerika Serikat dan sekutunya.

“Sejak awal krisis, seperti yang kalian tahu, kami telah menunggu musuh kami yang sebenarnya menampakkan diri,” kata Assad di hadapan pejabat Suriah seperti dilansir harian Libanon, Al-Akhbar, kemarin. “Ini konfrontasi bersejarah, dan kami akan muncul sebagai pemenang.” REUTERS | AL-JAZEERA | RAJU FEBRIAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X