Ini Rute Penerbangan Domestik dari Halim

Ini Rute Penerbangan Domestik dari Halim

Seorang penumpang melewati pintu pemeriksaan, di PT Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (8/1). Pada 10 Januari nanti Bandara Halim Perdanakusuma secara resmi akan dioperasikan menjadi bandara komersial. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Halim Perdanakusuma akan melayani penerbangan komersial tujuan domestik mulai Jumat, 10 Januari 2014. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang jumlah penumpangnya sudah melebihi kapasitas.

Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengatakan Bandara Halim sudah siap melayani penerbangan maskapai Citilink. "Citilink akan menjadi maskapai pertama yang siap terbang dari Halim, langsung 16 penerbangan," kata Mangindaan saat meninjau kesiapan Bandara Halim, Rabu, 8 Januari 2014, kemarin.

Dari Bandara Halim, Citilink telah menjadwalkan empat rute tujuan domestik penerbangan pulang-pergi (PP). Rute tersebut yakni Halim-Yogyakarta (PP), Halim-Semarang (PP), Halim-Malang (PP), dan Halim-Palembang (PP). Citilink akan menggunakan pesawat jenis Airbus A320 untuk memberikan layanan kepada penumpang yang berangkat dari Halim.

Setelah Citilink, pada Februari mendatang Garuda Indonesia serta Indonesia AirAsia pada Maret juga akan memindahkan sebagian penerbangannya ke Bandara Halim. Penerbangan Garuda melayani rute-rute Halim-Surabaya (PP), Halim-Semarang (PP), Halim-Palembang (PP), Halim-Yogyakarta (PP), dan Halim-Pontianak (PP). Adapun Indonesia AirAsia akan melayani rute Halim-Yogyakarta (PP), Halim-Medan (PP), dan Halim-Surabaya (PP).

Meskipun akan resmi melayani penerbangan komersia tujuan domestik mulai besok, Bandara Halim juga masih melayani penerbangan militer dan VIP. Untuk itu, ada beberapa hal yang telah disepakati Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II, dan TNI AU, terutama soal penundaan penerbangan.

Menteri Mangindaan mengatakan, penerbangan komersial akan ditunda jika ada aktivitas penerbangan Angkatan Udara di luar jadwal rutin. Selain itu, penundaan penerbangan juga harus dilakukan jika ada penerbangan kenegaraan oleh presiden dan wakil presiden. "Biasanya delay akan terjadi maksimal selama dua jam," ujarnya. (Baca: Besok, Halim Layani Penerbangan Domestik)

AYU PRIMA SANDI

Berita Lainnya:
Jakarta Masih Diguyur Hujan
Besok, Halim Layani Penerbangan Domestik
Saham-saham yang Diprediksi Moncer Hari Ini
Gejala Keracunan Karbon Monoksida Mirip Flu Biasa
Apple Alami Kesulitan Membuat iWatch

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X