Railbus Bandara Minangkabau Beroperasi Tahun Depan

Railbus Bandara Minangkabau Beroperasi Tahun Depan

Pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 lepas landas membawa calon haji kloter pertama embarkasi Padang, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, Sumbar, Selasa (10/9). Sebanyak 369 calon haji kloter pertama dari kabupaten Tanah Datar, Padangpanjang, dan Padang, berangkat menuju Jeddah didampingi lima orang petugas. ANTARA/Iggoy el Fitra

TEMPO.CO, Padang - Railbus dari pusat kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Sumatra Barat ditargetkan beroperasi tahun depan. Target ini molor lebih dua tahun dari rencana semula karena terkendala pembebasan lahan untuk tambahan rel ke bandara sejauh 4,2 kilometer.

Satu set railbus komuter dengan tiga kereta berkapasitas 180 orang sudah sampai di Stasiun Simpang Haru, Padang, 30 Desember 2012. Namun railbus buatan PT INKA (Industri Kereta Api) Madiun tersebut terpaksa diparkir di stasius karena rel baru dari Duku ke BIM di Ketaping, Padangpariaman, karena rel sepanjang 4,2 km belum rampung.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan, tahun ini railbus belum akan beroperasi karena masih menuntaskan pembebasan lahan, pembangunan rel, dan sebuah jembatan. "Kami menargetkan tahun depan sudah beroperasi, termasuk jalur ke Stasiun Pulau Air," katanya saat ujicoba kelima railbus di Padang, Rabu 12 Februari 2014.

Kementerian Perhubungan, kata Bambang, sudah mengalokasikan dana Rp 70 miliar tahun ini untuk pembangunan jembatan, rel, dan perbaikan prasarana. Total untuk program railbus ini sudah Rp 126 miliar, ditambah dengan anggaran tahun sebelumnya. Sedangkan dana pembebasan lahan menjadi tanggung jawab APBD Sumatra Barat.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno mengatakan, akan mengembangkan jalur railway BIM secara bertahap. "Targetnya pada 2015 jalur railbus dari Stasiun Pulau Air menuju BIM pulang-pergi akan tuntas," kata Irwan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan anggaran Rp 26 miliar untuk pembebasan lahan 4,2 kilometer ke Bandara Minangkabau.

Stasiun Pulau Air adalah stasiun era Kolonial Belanda di kawasan Batang Arau, Padang Kota Lama. Rel dari stasiun ini menuju Stasiun Simpang Haru sudah lama mati dan dipenuhi bangunan liar rumah penduduk. Tapi sejak bulan lalu, jalur ini sudah dibersihkan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, Mudrika menjelaskan, pembebasan lahan untuk rel sudah 70 persen. Tinggal 30 persen yang belum dibayar. "Ini terlambat karena proses pembebasan lahan di badan pertanahan kabupaten. Kami menargetkan Juni tahun ini tuntas, tapi lahan yang sudah bebas langsung kami kerjakan," katanya.

Lamanya pembebasan lahan, menurut Mudrika, karena lamanya prosess pembuatan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten Padang Pariaman. "Kami harap bupati lebih proaktif agar pembebasan lahan cepat selesai, kalau dana sudah ada dari provini," kata Mudrika.

Dengan beroperasinya railbus ini, kata Mudrika, akan mempermudah transportasi umum dari pusat kota Padang ke BIM. Dengan kecepatan 50-60 km per jam, jarak pusat kota ke BIM dapat ditempuh hanya dalam waktu 29 menit dengan railbus.

FEBRIANTI

BERITA LAINNYA
Jokowi Datang, Pemakaman Bubar
Usai 'Layani' John Weku, Feby Kontak Anggita Sari
Hary Tanoe: Masa Jaya Jokowi Sudah Lewat
Ahok: Kalau Mau Kurang Ajar, Sini Saya Ajarin

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X