Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

TEMPO.CO, Bekasi - Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun dan kekasihnya Assyifa Rahmadhani, 18 tahun tak banyak bicara saat dihadapkan kepada wartawan. Mereka berdua hanya mengungkapkan motif pembunuhan itu karena sakit hati.



"Sakit hati," kata Assyifa singkat kepada wartawan di Kantor Kepolisian Resor Bekasi Kota. Begitu juga dengan kekasihnya, Hafitd, dia mengakui membunuh mantan kekasihnya, Ade Sara dengan cara disetrum, disumpal mulutnya dan dicekik. "Saya minta maaf," kata Hafitd dengan memakai baju tahanan dan menutup wajahnya.(baca: Disumpal Kertas, Ade Sara Juga Dipukul dan Disetrum)



Bustami, kuasa hukum tersangka Hafitd mengatakan, pihak keluarga mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian. Keluarga mengaku meminta maaf kepada keluarga korban. (Baca : Jenazah Ade Sara Sempat Disimpan di Mobil)



"Tadi orang tua sudah menyerahkan kuasa kepada saya. Intinya keluarga sudah meminta maaf," kata Bustomi kepada Tempo. Lebih lanjut kata dia, pihak keluarga Hafitd meminta kepada Hafitd untuk bersabar dan rajin beribadah.



Sedangkan, keluarga Assyifa, kata dia, sejauh ini belum tampak menjenguk. Namun demikian, dia mengaku siap mendampingi kedua tersangka tersebut sampai proses hukum selesai. "Saya akan mendampingi sampai proses hukum selesai, mulai dari penyidikan, hingga ke pengadilan," kata dia.

ADI WARSONO



Berita Terpopuler
Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap
Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan
Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih
Teman-teman Ade Sara Angelina Penuhi RSCM

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Hukum mati aja manusia jahat spt ini, mereka berdua sdh bukan manusia tapi binatang.
0
7
@sederhana ajjah: dalam Al Quran, hukum qishosh diberlakukan sebagai upaya Islam menjaga nyawa org lain. supaya tidak ada darah yg tertumpah lebih banyak dg memberlakukan kaidah preventif ini. kl ssorg ingin membunuh, kmudian ada UU Islam yg mengatur balasan itu, dy tdk mkgn ingin membunuh orglain, krn balasannya setimpal. itu mslh hukum. namun, Al Quran jga memberikan penjelasan, jika ingn memaafkan, hal itu lbh dkat kpd taqwa.
6
10
salah satu ajaran golden way seluruh filsafah dunia adalah mengampuni, memaafkan dan semua ini tertulis dalam Alkitab, tdk ada kitab lain yang menuli sedasyat ini...kalau ada tertulis nyawa ganti nyawa, gigi ganti gigi dan mata ganti maka....Aku (Jesus) berkata kepadamu" Kasihilah musuhmu dan berdoalah baginya" karna Dia datang kedunia ini untuk menyelamatkan manusia dari Dosa dan hanya dua hukum yang dibawanya "kasiliha Tuhamu dengan segenap jiwa dan ragamu"..."kasihilah sesasamamu manusia".... tetapi yang pembunuh dua duanya ini dari mereka yang tidak mengenal kebenaran.
Wajib Baca!
X