Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Arema Tak Akan Halangi Pemain yang Ingin Pergi

image-gnews
Aremania mengecat tubuhnya saat konvoi merayakan ulang tahun Arema Malang yang ke-27 di depan stasiun Kota malang, Jawa Timur, 11 Agustus 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Aremania mengecat tubuhnya saat konvoi merayakan ulang tahun Arema Malang yang ke-27 di depan stasiun Kota malang, Jawa Timur, 11 Agustus 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Iklan

TEMPO.COJakarta - Manajemen Arema Cronus Indonesia yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, siap jika para pemainnya harus meninggalkan tim setelah kompetisi Liga Super Indonesia 2015 dihentikan.

"Kami memberikan kebebasan pada pemain untuk menentukan sikap dan masa depannya di Arema. Bahkan kami siap jika ada pemain yang ingin meninggalkan tim, karena memang tidak ada lagi pertandingan," kata petugas media Arema, Sudarmaji, di Malang, Rabu, 6 Mei 2015.

Dalam waktu dekat ini, Arema bakal melakukan pembicaraan dengan tim pelatih dan pemain. Manajemen akan membeberkan kondisi tim setelah kompetisi dihentikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Penghentian itu merupakan buntut dari pembekuan badan sepak bola Indonesia itu oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjelang bergulirnya pertandingan pada 25 April 2015.

Meski demikian, Arema tidak membubarkan timnya. Namun konsekuensinya, manajemen dan pemain perlu melakukan pembicaraan ulang terkait dengan kontrak dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tim. Sudarmaji meyakini semua pemain bisa memahami dan mengerti kondisi tim. Kondisi itu murni karena keadaan darurat dan bukan kemauan klub.

Dalam pertemuan dengan pemain dan pelatih nanti, ujar Sudarmaji, kemungkinan juga akan dibicarakan soal ikatan kontrak pemain. Para pemain diberikan kebebasan menentukan sikap dan masa depannya di Arema, apakah akan diberlakukan kontrak baru (rekontrak) atau solusi lain.

Bahkan Arema memberikan kebebasan bagi pemain yang ingin meninggal tim. Namun alangkah baiknya kalau dikomunikasikan dan dibicarakan dengan manajemen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hanya saja, ucap Sudarmaji, sampai sekarang, belum ada pemain yang mengajukan permohonan akan pindah ke klub lain. "Sampai sekarang, manajemen belum tahu jika ada pemain yang ingin pindah ke klub lain," tuturnya.

Sejak diliburkan pada 25 April lalu atau menjelang digelarnya pertandingan menjamu PBR Bekasi, pemain Arema diberikan kebebasan mengisi aktivitasnya. "Posisi pemain memang masih libur, jadi mereka bebas beraktivitas. Kalau ikut pertandingan futsal atau pertandingan di luar lapangan, mereka cukup izin ke pelatih," katanya.

Setelah diliburkan dan dibebaskan untuk menentukan masa depannya di Arema, pemain yang berasal dari luar Malang banyak yang memilih pulang kampung. Sedangkan pemain asli Malang atau yang masih ingin tinggal di Malang masih sering melakukan aktivitas bersama, khususnya bermain futsal untuk menjaga kebugaran dan kondisi fisik. Beberapa pemain yang asli Malang itu adalah Ahmad Bustomi, Purwaka Yudhi, Dendi Santoso, Benny Wahyudi, Sunarto, Arif Suyono, dan Juan Revi.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


FIFA Datangi PSSI Terkait dengan KLB, Ini Hasilnya

12 April 2019

Logo PSSI. (pssi.org)
FIFA Datangi PSSI Terkait dengan KLB, Ini Hasilnya

PSSI berkonsultasi dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di Jakarta terkait kongres luar biasa (KLB).


KAI Pantau Perjalanan Ratusan Bonek Surabaya-Bandung  

6 Januari 2017

Bonek sebutan suporter Persebaya melakukan parade
KAI Pantau Perjalanan Ratusan Bonek Surabaya-Bandung  

Ratusan anggota Bonek hendak menyampaikan aspirasi saat Kongres PSSI dilaksanakan di Bandung, Ahad, 8 Januari 2017.


PSSI Bahas Nasib Alfred Riedl di Kongres Tahunan Bulan Depan  

28 Desember 2016

Pelatih Alfred Riedl memimpin latihan Tim Nasional Indonesia Senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 9 Agustus 2016. Antara)
PSSI Bahas Nasib Alfred Riedl di Kongres Tahunan Bulan Depan  

Dalam kongres tahunan PSSI, selain dilakukan evaluasi terhadap kinerja Riedl, dibahas nasib tujuh klub, termasuk Persebaya Surabaya.


Protes PSSI, Ribuan Bonek Gelar Aksi Parade Bela Persebaya  

26 Desember 2016

Suporter Persebaya Surabaya, Bonek, tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 2 Agustus 2016. Mereka juga meminta Persebaya Surabaya disertakan dalam kompetisi resmi pada musim depan. ANTARA/Reno Esnir
Protes PSSI, Ribuan Bonek Gelar Aksi Parade Bela Persebaya  

Andi meminta Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi melihat dan mendengar tuntutan Bonek.


Komite Eksekutif PSSI Terpilih, 4 Orang Bukan dari Kubu 85  

11 November 2016

Peserta kongres pemilik suara memasukkan surat suara pada sesi pemilihan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam Kongres PSSI di Ancol, Jakarta Utara, 10 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Komite Eksekutif PSSI Terpilih, 4 Orang Bukan dari Kubu 85  

Edy berencana mengajak 12 anggota Komite Eksekutif PSSI untuk secepatnya bekerja.


Kecewa Kongres PSSI, Ribuan Bonek Tutup Jalan di Surabaya

10 November 2016

Ratusan anggota Bonek berkumpul di Taman Apsari, Surabaya, memprotes PSSI yang dianggap ingkar janji soal status Persebaya, Kamis malam 10 November 2016. (TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH)
Kecewa Kongres PSSI, Ribuan Bonek Tutup Jalan di Surabaya

Bonek juga menyalakan flare sambil menutup jalan dan membakar tempat sampah dari karet.


Edy Rahmayadi Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Ini Pesan Kemenpora  

10 November 2016

Calon Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edi Rahmayadi  menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti kongres PSSI di Jakarta, 10 November 2016. ANTARA FOTO
Edy Rahmayadi Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Ini Pesan Kemenpora  

Edy Rahmayadi harus segera melakukan konsolidasi internal segera seusai Kongres PSSI.


Save Our Soccer: Negara Gagal Mereformasi PSSI

10 November 2016

Suasana Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di areal Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 22 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Save Our Soccer: Negara Gagal Mereformasi PSSI

Menurut Akmal Marhali masih ada upaya-upaya kelompok tertentu untuk membuat kongres PSSI hanya milik kelompok tertentu.


Edy Rahmayadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI 2016-2020

10 November 2016

Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi memberi arahan kepada Prajurit Batalion Infantri Para Raider 330 Kostrad saat akan diberangkatkan dalam Satgas Pam (Pengamanan) perbatasan RI-Papua Nugini melalui Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Subekti
Edy Rahmayadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI 2016-2020

Edy Rahmayadi mendapatkan 76 suara, mengalahkan Moeldoko yang memperoleh 23 suara.


Pendukung Edy Rahmayadi Masih Solid

9 November 2016

Plt Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hinca Pandjaitan (kedua kiri) saat memimpin Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, 3 Agustus 2016. Kongres ini menetapkan Hinca Panjaitan sebagai Plt Ketua Umum PSSI hingga KLB pemilihan Ketua Umum pengganti La Nyalla Mattalitti. KLB tersebut resmi ditetapkan akan berlangsung pada 17 Oktober 2016 mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Pendukung Edy Rahmayadi Masih Solid

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta Gusti Randa menepis adanya rumor bahwa dukungan dari anggota kelompok 85 sudah tak solid lagi.