Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jalan Hidup Tawan 'The Real Iron Man'  

image-gnews
I Wayan Sumardana alias Tawan, 'The Real Iron Man' di Karangasem, Bali, 22 Januari 2016. TEMPO/Bram Setiawan
I Wayan Sumardana alias Tawan, 'The Real Iron Man' di Karangasem, Bali, 22 Januari 2016. TEMPO/Bram Setiawan
Iklan

TEMPO.CO, Karangasem – Kisah hidup manusia bionik asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, memprihatinkan. I Wayan Sumardana alias Tawan, 31 tahun, belakangan ini mendadak terkenal lewat lengan prostetik temuannya. Namun banyak yang belum mengetahui perjalanan hidupnya sampai ia bergelut langsung dalam dunia teknik elektro.

“Saat lulus SMK, saya bekerja sebagai tukang buat kandang ayam untuk peternakan,” katanya saat ditemui Tempo di rumahnya, Sabtu, 23 Januari 2016.

Bekerja sebagai pembuat kandang ayam dilakoninya selama lebih-kurang 1,5 tahun. Pada 2003, Tawan mulai meninggalkan pekerjaannya itu. Alasannya, ucap dia, saat itu penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup yang terus meningkat.

“Saya melanjutkan usaha berjualan bebek. Saya melakoni pekerjaan itu dari sebelum menikah sampai saya menikah pada 2005,” ujar suami Ni Nengah Sudiartini, 29 tahun, tersebut.

(Baca juga: Tukang Las Buat Tangan Robot 'Iron Man', Menristek Penasaran)

Kini Tawan dan Sudiartini telah dikaruniai tiga anak laki-laki, yaitu I Made Astro Bintang Putra, 11 tahun, Ketut Erlangga Putra (6), dan Putu Titan Putra (4). Selama empat tahun terakhir, Tawan tinggal di rumah yang sekaligus bengkel las. Di atas lahan seluas 2 are itu, ia tinggal bersama istri dan tiga buah hatinya.

“Sebelumnya, saya tinggal di Desa Pasedahan (tidak jauh dari tempat tinggal sekarang). Setelah berhenti jualan bebek, di sana saya buka bengkel las. Tapi, karena lokasinya terlalu ke dalam, saya pindah ke sini, di sisi jalan, supaya lebih mudah dapat pelanggan,” tuturnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Selain mengelas, saya juga kerja sebagai pemulung serta tukang servis mesin kendaraan bermotor dan alat elektronik,” ucapnya.

Kini nama I Wayan Sumardana, manusia bionik yang dijuluki The Real Iron Man, menjadi terkenal. Banyaknya pemberitaan di media terkait lengan prostetik temuannya yang ia sebut robot arm membuat rumahnya dalam seminggu terakhir terus dipadati pengunjung.

Selain terkenal, Tawan menerima tudingan miring atas karyanya. Banyak keraguan dari netizen soal teknologi temuannya itu. Menurut dia, tak sedikit netizen di media sosial yang menilai robot temuannya hoax. Namun Tawan enggan berkomentar banyak. Kepada Tempo, ia justru menjelaskan beberapa komponen robot temuannya yang terkesan janggal.

"Kalau ada yang tidak sesuai, alat saya itu belum sempurna, karena tidak ada biaya untuk menguji lagi supaya bisa disempurnakan. Materi robot ini rongsokan, jadi saya ambil satu blok. Padahal saya hanya butuh satu komponen saja dari satu blok itu. Mungkin itu jadi terkesan campur-campur dan tidak keruan," tuturnya.

BRAM SETIAWAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terkini: Viral Cokelat Rp 1 Juta Kena Pajak Rp 9 Juta Ini Tanggapan Bea Cukai, Kata Jokowi soal Pabrik Sepatu Bata yang Tutup

1 hari lalu

Ilustrasi cokelat (pixabay.com)
Terkini: Viral Cokelat Rp 1 Juta Kena Pajak Rp 9 Juta Ini Tanggapan Bea Cukai, Kata Jokowi soal Pabrik Sepatu Bata yang Tutup

Bea Cukai menanggapi unggahan video Tiktok yang mengaku mengirim cokelat dari luar negeri senilai Rp 1 juta dan dikenakan bea masuk Rp 9 juta.


Gojek Luncurkan Penawaran Langganan Gojek Plus dengan Diskon hingga Rp 12 Ribu

1 hari lalu

Dari kiri Head of Marketing Food and Ads Gojek Ignatius Satrio, VP of Regions Gojek Gede Mandala dan Head of Marketing Transport and Logistic Gojek Theresia Nadya saat meluncurkan penawaran langganan customer Gojek PLUS di Habitate Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa, 7 April 2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
Gojek Luncurkan Penawaran Langganan Gojek Plus dengan Diskon hingga Rp 12 Ribu

Bagi pelanggan yang sudah berlangganan Go Plus otomatis akan beralih ke Gojek Plus.


Inovasi Desain Jembatan dari Unej Menang di Singapura, Ungguli UGM, ITS, NTU, dan ITB

3 hari lalu

Anggota tim mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember atau Unej (dari kiri) Bima Satria Yudhanto, Carel Aditya Saputra, dan Daniel Chrisna Putra. Mereka memenangi Bridge Design Competition (BDC) 2024 yang diselenggarakan Nanyang Technological University Singapore . Foto: Humas Universitas Jember
Inovasi Desain Jembatan dari Unej Menang di Singapura, Ungguli UGM, ITS, NTU, dan ITB

Tim mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember (Unej)menangi kompetisi gelaran Nanyang Technological University (NTU) Singapura.


Inovasi ID FOOD Raih Penghargaan Digital Technology Award 2024

14 hari lalu

Inovasi ID FOOD berhasil meraih Five Star Gold pada Digital Technology & Innovation Awards 2024 kategori The Best ICT Business Strategy dan The Best Women Digital Leader of The Year. (ID FOOD)
Inovasi ID FOOD Raih Penghargaan Digital Technology Award 2024

Sejumlah inovasi ID FOOD mendapat apresiasi dari pelaku teknologi informasi di Tanah Air karena efektif mendukung aktivitas bisnis pangan.


Kemendikbudristek dan Australia Kerja Sama Luncurkan Program INOVASI Fase Ketiga

47 hari lalu

Peluncuran program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) fase ketiga, pada 21Maret 2024 di Jakarta. Ini merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia di Jakarta
Kemendikbudristek dan Australia Kerja Sama Luncurkan Program INOVASI Fase Ketiga

Program INOVASI fase ketiga merupakan kemitraan bidang pendidikan antara kedua negara untuk meningkatkan pembelajaran dan keterampilan murid SD.


Bamsoet Apresiasi Mesin Pemilah Sampah Karya Komib

51 hari lalu

Bamsoet Apresiasi Mesin Pemilah Sampah Karya Komib

Bamsoet apresiasi inovasi mesin pemilah sampah oleh komunitas Karya Pelajar Mengabdi Bangsa Indonesia


Kominfo dan Microsoft Indonesia Kerja Sama untuk Tingkatkan Transformasi Digital

53 hari lalu

Menkominfo Budi Arie Setiadi bertemu dengan Diaspora Indonesia yang berada di Barcelona, Spanyol, Selasa (27/02/2024). Pertemuan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam Lawatan Menkominfo di Spanyol. - (PeyHS)
Kominfo dan Microsoft Indonesia Kerja Sama untuk Tingkatkan Transformasi Digital

Kementerian Kominfo dan PT Microsoft Indonesia bekerja sama untuk transformasi digital.


Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Pasir Kotoran Kucing Ramah Lingkungan

5 Maret 2024

Inovasi Facocat, pasir kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif besutan tim mahasiswa ITS. Dok. Humas ITS
Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Pasir Kotoran Kucing Ramah Lingkungan

Mahasiswa ITS mengembangkan Facocat, pasir kotoran kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif dari sabut kelapa.


Sudah Dipakai di Fiji, Alat Pemantau Air Laut Buatan Unpad Raih Penghargaan Inovasi

29 Februari 2024

Alat pemantau kondisi air laut Arhea saat diuji di perairan sekitar Pulau Pramuka. (Dok.Tim Riset Unpad)
Sudah Dipakai di Fiji, Alat Pemantau Air Laut Buatan Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Karya inovasi tim dosen Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, itu telah dipakai di negara kepulauan Fiji.


Si-Cuhal, Inovasi Peneliti UI untuk Pantau Curah Hujan

27 Februari 2024

Peralatan Si-Cuhal yang merupakan platform yang menyediakan data curah hujan, suhu, dan kelembapan udara di suatu wilayah yang dikumpulkan dalam cloud server. Dok. Humas UI
Si-Cuhal, Inovasi Peneliti UI untuk Pantau Curah Hujan

Inovasi Si-Cuhal dari peneliti UI ini dibangun berlandaskan teknik pertanian presisi.