Ujian Nasional | UN

Dimarahi Karena Nilai Rapor Jelek, Bocah Ini Minggat  

Dimarahi Karena Nilai Rapor Jelek, Bocah Ini Minggat  

Bocah 10 tahun minggat dari rumahnya di Bandung, Jawa Barat, karena dimarahi akibat nilai rapornya jelek.

  • Ujian Nasional yang Menggembirakan

    Ujian nasional (UN) kembali digelar. UN 2015 ini boleh dikatakan sebagai yang paling menggembirakan. Sebab, ia tak lagi menjadi penentu kelulusan seorang siswa. Hasil UN hanya dijadikan bahan evaluasi, pemetaan mutu pendidikan, dan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

  • Ujian Nasional Berbasis Komputer

    Setidaknya, ada dua hal mendasar yang membedakan ujian nasional (UN) 2015 dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Pertama, mulai 2015, hasil UN tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana pemetaaan kualitas pendidikan saja, sedangkan kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, karena sekolahlah yang lebih paham akan perkembangan murid. Kedua, diperkenalkannya UN berbasis komputer atau disebut computer-based test (CBT), sehingga tidak semua UN dikerjakan dalam lembar kertas.

  • Ujian Nasional: Antara Filosofi dan Sistem

    Di beberapa daerah di Indonesia, datangnya ujian nasional (UN) kini tidak terlalu menciptakan efek paranoia bagi para siswa seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

  • Permasalahan Baru Ujian Nasional

    Ada dua masalah baru yang berkaitan dengan ujian nasional (UN), yaitu pertama, persoalan substansi terkait dengan fungsi UN itu sendiri; dan kedua, terkait dengan metodologi, yaitu berkaitan dengan pelaksanaan UN yang memakai bahan cetak serta berbasis komputer. Selama ini UN menggunakan satu cara saja, yaitu cetak. Tapi pada UN 2015 ini diujicobakan pelaksanaan UN dengan berbasis komputer.

  • Kelemahan Ujian Nasional

    Surat terbuka Nurmillaty Abadiah itu telah menimbulkan kehebohan tersendiri,

  • Ujian Nasional sampai Kapan?

    Ujian nasional (UN) yang sering menimbulkan stres tahunan bagi murid, guru, dan orang tua kembali digelar pada 2014 ini. Berdasarkan pengalaman lebih dari satu dekade terakhir sejak diterapkannya kebijakan UN, perhelatan ini selalu penuh kehebohan, karena membuat stres murid, guru, dan orang tua.

  • Nilai Ujian Nasional Bahasa Indonesia

    Pelatihan dan pengembangan ilmu pengetahuan guru bahasa Indonesia harus terus digenjot agar kasus rendahnya nilai bahasa Indonesia tidak terus berulang setiap tahun.

  • Metamorfosis Ujian Nasional

    Pendidikan kita tidak dipandu oleh basis filosofis yang jelas. Ibarat pemahat, formulasi pendidikan kita seperti terus mencari bentuk, tanpa tahu patung apa yang hendak diciptakan.

  • Ujian Nasional Tidak Mendidik

    Pada akhirnya, bersamaan dengan berbagai persoalan yang memperlihatkan dampak negatif, UN telah menjelma menjadi kegiatan pendidikan yang tidak mendidik.

  • Legalitas Ujian Nasional

    Kekukuhan Mohammad Nuh melaksanakan ujian nasional setelah putusan MA tersebut merupakan bentuk arogansi pemerintah terhadap rakyat. Sudah jelas rakyat menolak keberadaan UN, namun pemerintah tak peduli.