Kritik atas Pers

Jokowi Jarang Dikritik, SBY: Pers Tak Seganas Dulu  

Jokowi Jarang Dikritik, SBY: Pers Tak Seganas Dulu  

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono merasa tercengang melihat perubahan pers saat ini.

  • Menunggu Presiden Berantas Amplop Wartawan

    Presiden Joko Widodo memastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 9 Februari 2016. Dalam acara itu, Jokowi akan diberi panggung untuk berinteraksi dengan kurang-lebih 600 wartawan nasional, petinggi negara, dan tokoh masyarakat. Supaya pertemuan itu bermakna, bantuan atau kebijakan strategis apa yang bisa Presiden keluarkan agar kehidupan pers Indonesia semakin sehat?

  • Kembali ke Khitah Pers Profesional

    Pemilihan presiden 9 Juli 2014 benar-benar telah menguji kredibilitas pers Indonesia. Muncul penilaian umum bahwa pers menjadi bagian dari masalah. Pers dianggap turut memperkeruh suasana politik meskipun harus diakui tetap ada media yang bersikap hati-hati dan proporsional. Karena itulah, ketika pemilihan presiden telah selesai, kini tiba saatnya untuk mengingatkan seluruh komunitas pers Indonesia tentang pentingnya mengembalikan khitah pers profesional sebagai pilar keempat demokrasi.