Mobil Nasional

Kalla Akui Pengembangan Mobil Nasional Tak Jelas  

Kalla Akui Pengembangan Mobil Nasional Tak Jelas  

Menurut Kalla, mobil nasional idealnya memakai merek dan komponen dari dalam negeri.

  • Mimpi Mobil Nasional Hendropriyono

    Apa yang membuat seorang serdadu tua seperti Abdullah Mahmud Hendropriyono turun gunung membuat mobil nasional? Pertanyaan ini valid karena pasar mobil di Indonesia sesungguhnya tak pernah bersahabat dengan pendatang baru. Embel-embel mobil nasional juga tak serta-merta membuat konsumen melirik merek baru tersebut.

  • Ketidakbijakan Mobil Murah

    "Katanya murah!" Itulah reaksi spontan seorang karyawan di Jakarta-sebut saja Yuni, 35 tahun-menyambut kehadiran mobil murah. Yuni tidak sendirian. Mendambakan mobil pertamanya, ia berharap mobil murah dan hemat BBM yang ditunggu-tunggunya benar-benar terjangkau olehnya.

  • Mobil di Jalan Politik Indonesia *)

    Joko Widodo justru memilih mobil seharga Rp 95 juta itu sebagai ejawantah kebersahajaan politik dan penghormatan terhadap keringat kaum muda dalam menggerakkan impian teknologi. Adab politik ini adalah tanda seru bagi mentalitas para elite politik saat mendefinisikan mobil sebagai arogansi, sikap gila hormat, hedonisme.

  • Menimbang Mobil Esemka *)

    Dua solusi di atas tampak cukup klasik, dan memang telah diterapkan oleh banyak negara.