Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Tim SAR gabungan mengusahakan evakuasi korban kecelakaan pesawat Aviastar melalui jalur udara. Badan SAR Nasional akan mengerahkan empat helikopter untuk proses evakuasi.
"Kami usahakan lewat jalur udara, tapi kami masih harus melihat lagi situasi dan kondisi cuaca," kata Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Ivan Ahmad, Senin, 5 Oktober, saat jumpa pers di media centre di kantor Aviation Security Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Ivan mengatakan empat helikopter yang digunakan untuk melakukan evakuasi kini disiagakan di Kota Makassar dan Kabupaten Sidrap. Rinciannya, dua helikopter di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, masing-masing milik TNI AD dan Polri. Lalu, dua helikopter dari Sidrap yang merupakan milik Bosowa dan Basarnas.
"Rencananya, sekitar pukul 06.00 Wita berangkat. Kami usahakan kalau bisa berangkat lebih pagi," tutur Ivan.
Pesawat Aviastar itu ditemukan pertama kali oleh tim gabungan dari Kepolisian Resor Luwu di perkampungan Ulu Salu, Desa Gamaru, yang masih berada di kawasan Gunung Latimojong. "Ditemukan di daerah ketinggian," ujar Ivan. Informasi itu telah disampaikan Kepolisian ke Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, yang telah menerima gambar penemuan pesawat tersebut.
Disinggung soal kondisi medan dan foto penemuan pesawat itu, Ivan mengatakan dia belum mau memberikan komentar lebih jauh. Sebab, pihaknya belum menerima informasi secara detail.
Basarnas juga belum memberikan kepastian ihwal nasib para kru dan penumpang pesawat. Adapun Kepolisian sebelumnya sudah memastikan semua kru dan penumpang pesawat itu tewas.
Pesawat Aviastar diketahui hilang kontak sekitar sebelas menit setelah take-off dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat, 2 Oktober, sekitar pukul 14.25 Wita. Tim SAR gabungan memulai pencarian lantaran pesawat yang membawa tujuh penumpang dan tiga kru itu tak kunjung tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sesuai jadwal pada pukul 15.39 Wita.
TRI YARI KURNIAWAN
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini