Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Arsip

Jangan Takut Bahas Hubungan Seksual dengan Pasangan agar Harmonis

Semakin banyak pasangan yang menganggap hubungan seksual tidak penting dan bukan prioritas, terutama bila sudah punya anak.

9 Mei 2018 | 16.01 WIB

Ilustrasi pasangan suami-istri. dailymail.co.uk
Perbesar
Ilustrasi pasangan suami-istri. dailymail.co.uk

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan seksual sebenarnya menjadi bagian penting untuk menjaga keharmonisan pasangan suami dan istri. Psikolog lulusan Universitas Indonesia, Ajeng Raviando, menjelaskan kalau hal tersebut memiliki makna penting dalam ikatan emosional.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Namun, semakin banyak pasangan yang menganggap hal tersebut tidak penting dan bukan prioritas, terutama bila sudah punya anak. Padahal, hal tersebut menjadi bagian penting untuk terus menjaga keharmonisan dengan pasangan dan memastikan hubungan terus langgeng.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Di Indonesia, suami istri juga masih banyak yang kurang ekspresif mengenai hubungan seksual. Padahal, hal tersebut bisa jadi lebih menyenangkan dan juga meningkatkan emotional bonding di antara suami dan istri.

“Kurang terbuka dan ekspresif mengenai hubungan seksual karena masih tabu, itu pada akhirnya membuat hubungan intim tidak menjadi suatu emotional bonding yang istimewa,” kata Ajeng Raviando.

Suami istri harus bisa mengetahui apa keinginan pasangannya, karena itu komunikasi sangat penting. Kalau tidak ekspresif mengenai keinginan masing-masing tentunya akan banyak perasaan yang terpendam. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan terjadinya perceraian.

Ajeng menjelaskan, sebagai suami istri seharusnya tidak malu untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan seksual ke satu sama lain. Hubungan seksual semestinya dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan.

“Sekarang banyak yang merasa karena aktivitas banyak banget jadi tidak menyenangkan lagi, terutama bila sudah punya anak. Suami istri harus bisa menjaga hubungan, terus meningkatkan gairah, tidak hanya di awal pernikahan tetapi selama menikah. Kalau tidak ada emotional bonding itu bahaya,” lanjutnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus